WARGA SAMARINDA TERISOLIR AKIBAT BANJIR

Samarinda, TFBI.

Samarinda Akibat diguyur hujan sehari semalam sebagian wilayah Kota Samarinda terendam banjir, ada beberapa daerah yang terisolir yang disebabkan genangan air yang bertahan tak kunjung surut hingga saat ini. Wilayah Kelurahan Bengkuring kecamatan Samarinda utara hampir seluruhnya terendam banjir yang cukup parah, Jln Pemuda, Jln Sentosa, Jln Rajawali, Jln Kemakmuran, Jln. WR Supratman (eks jalan Ruhui Rahayu, jalan Dr Soetomo, AW Syahrani dan simpang empat Sempaja termasuk daerah terparah pada urutan kedua setelah Bengkuring.

Menyimak komentar gubernur Kalimantan Timur Isran Noor dibeberapa koran harian mengatakan, “Samarinda butuh pawang hujan ” juga sempat menjadi topik perbincangan di medsos. Sikap masyarakat dalam membantu korban banjir patut diacungi jempol, mulai dari perorangan hingga organisasi organisasi yang terbentuk. Banyak komentar yang sumbang dari beberapa warga dengan tidak adanya partai politik yang turun tangan menyalurkan bantuan tersebut.

Bila memerlukan suara dukungan mereka sanggup berjibaku demi meraih suara terbanyak, tetapi ketika masyarakat terkena musibah seperti ini tidak ada yang berani menunjukkan batang hidungnya ” kata Minhajudin pada wartawan media TFBI. Situasi banjir yang tidak kunjung surut ditambah dengan pasangnya sungai Mahakam membuat buaya naik ke pemukiman warga, entah darimana datangnya buaya tersebut tiba tiba bertengger dihalaman rumah salah satu warga di Gang Nibung Kelurahan Sidodadi Kecamatan Samarinda Kota. Sontak, warga setempat kalang kabut dibuatnya sambil pelan pelan menghalau dan mencoba mencari cara agar buaya segera meninggalkan jauh ke sungai lepas. (Ucok)

Tinggalkan Balasan