Warga menjerit, harga minyak goreng melonjak tinggi hampir naik 50 persen.

Etabloidfbi.com, Parapat.-

Warga mengeluhkan kenaikan harga jual salah satu bahan kebutuhan pokok di Parapat, kenaikan harga jual terjadi pada minyak goreng membuat para ibu rumah tangga dan pedagang kecil menjerit kelimpungan.

Kenaikan harga minyak goreng yang terjadi beberapa hari terakhir sangat berdampak pada tingkat konsumsi warga di Parapat, bahkan penyedia penjualan kuliner seperti Rumah Makan ikut menjerit.

Tidak hanya minyak goreng kemasan, kenaikan harga jual terjadi juga pada minyak goreng curah, yang notabene biasanya dapat lebih murah dari harga kemasan.

Informasi data yang di himpun awak media di beberapa pedagang kecil di Parapat bahwa kenaikan ada beberapa merek kemasan hingga 2 kali lipat dari harga biasanya.

“Sekarang harga jual minyak goreng kemasan paling murah Rp. 17.000 Lae tergantung merek, ujar pedagang bermarga Gurning.

Sedangkan salah satu Grosir terbesar di Parapat Marbun, Rabu (27/10/2021), mengatakan harga minyak goreng kemasan dan curah di grosir terus mengalami kenaikan.

“Harga jual dari grosir saat ini mengalami kenaikan tinggi, minyak kemasan 900ml merek Camila kita jual Rp. 15.000/Bks sedangkan minyak curah susah di dapat itupun harga per liter Rp. 16.000, ujar pemilik Grosir Marbun.

Amatan awak media dari beberapa tempat pedagang kecil hingga toko Frenchise harga Minyak goreng kemasan 1 liter yang biasanya dijual Rp 11.000 hingga Rp 15.000, kini naik menjadi Rp 17.000 – Rp 22.000, sedangkan kemasan 2 liter biasanya Rp. 22.000 hingga Rp. 28.000 sekarang menjadi Rp. 30.000 – Rp. 38.000, perbedaan harga tergantung merek kemasan.

Sedangkan minyak goreng curah dari harga Rp. 10.000 – 12.000, kini menjadi Rp. 18.000 – 20.000 per liternya.

Penyebab kenaikan harga minyak goreng menurut Kementrian Perdagangan mengungkapkan biang kerok kenaikan harga minyak goreng di masyarakat dalam beberapa hari terakhir karena kenaikan harga minyak sawit mentah (crude palm oils/CPO) di pasar internasional.

“Penyebabnya adalah kenaikan harga CPO di pasar internasional, karena bahan baku minyak goreng di Indonesia kan dari CPO,” kata Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Oke Nurwan, Selasa (26/10) seperti dikutip awak media dari CNNIndonesia.com.

Selain itu kenaikan harga disebabkan karena kekurangan pasokan minyak nabati (oils) dan minyak hewani (fats) di pasar global.

Salah seorang warga Parapat dan Pedagang gorengan, Br Manik mengaku terkejut atas kenaikan harga minyak goreng akhir akhir ini, mengatakan Selisihnya akumulasi harganya lumayan juga.

“Kenaikan harga minyak goreng ada beberapa merek sampai dua kali lipat, jadi saya mencari yang termurah saja Sehari itu bisa pakai 5 liter, kenaikannya lumayan terasa juga buat pedagang kecil seperti saya,” kata Br Manik.

Dia berharap ada perhatian pemerintah untuk masyarakatnya apalagi saat ini masih di berdampak pandemi covid dimana daya beli warga berkurang dan ditambah kenaikan harga sembako, “cukup sudah komplit penderitaan rakyat”. Ujar br Manik. (Feri)

Tinggalkan Balasan