Toko Tani Indonesia Center (TTIC) Kab OKU Secara Resmi di BUKA

etabloidfbi.com Kab OKU.–

Sekda kab OKU Ahmad Tarmizi, secara resmi melaunching Toko Tani Indonesia Center (TTIC) Kab OKU, di Halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Baturaja, Selasa 15/9/2020.

Dalam kesempatan ini Achmad Tarmizi mengatakan, ketersedian pangan yang cukup, aman dan bermutu merupakan prasyarat utama yang harus dipenuhi pemerintah dalam mencakupi kebutuhan pangan bagi masyarakat. Oleh karena itu, tidak dapat dipungkiri pangan sangat krusial bagi kehidupan manusia.

Sekda menilai, kenaikan harga pangan kebutuhan pangan pokok yang tiap tahunnya terjadi, menjadi masalah rutin bagi masyarakat dan pemerintah.

“Kenaikan harga pangan akan berpengaruh langsung terhadap daya beli masyarakat (akses pangan), yang dapat berdampak terhadap situasi dan kondisi ketahanan pangan rumah tangga dan individu, lebih lanjut Achma Tarmizi mengatakan untuk tetap menjaga kebersihan dan mematuhi protol kesehatan Covid-19 dengan wajib menggunakan masker, yang mana sudah di tetapkan peraturan Bupati tentang wajib masker di kab OKU ini, dan akan di kenakan denda bagi yang tidak makai masker, mengiat saat ini Kab OKU sudah masuk zona Orange jangan sampai kita kembali ke zona merah lagi ujarnya.

Sementara kepala Dinas ketahanan Pangan “Supriono mengatakan. melakukan terobosan untuk solusi permanen dalam rangka stabilisasi harga pangan melalui penumbuhan TTI dengan tujuan, menyerap produk pertanian, memperpendek rantai distribusi pemasaran dan memberikan kemudahan akses pangan konsumen atau masyarakat.

Supriono menambahkan kegiatan pasar TTiC ini akan di gelar selama 3 hari mulai hari ini dan berahir tgl 17 september nanti,adapun pasar ini terbuka untuk masyarakat umum, dan untuk membantu meringan kan beban masyarakat di tengah wabah covid-19 ini.

Tahun ini, merupakan tahap awal penumbuhan TTIC sebagai pilot project dengan sasaran Gapoktan yang ada di Kab OKU ini .

“Diharapkan agar TTIC dilakukan secara berkelanjutan serta bersinergi dengan kegiatan operasi pasar yang dilakukan oleh Bulog dalam kegiatan pasar murah tegas nya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumsel Taufik Gunawan mengatakan,melalui Nasratul Auda mengatakan pihaknya mengakomodir Kelompok Tani (Gapoktan) yang ada di Sumsel. Seperti, Kabupaten Banyuasin, OI, OKI, OKU Timur, Mura, Lubuklinggau dan Lahat.lebih lanjut dia mengatakan saat ini sudah terbentuk 7 TTIC di propinsi sumsel ini,
Produk yang di jual ini memang hasil dari Gapoktan yang ada di Sumsel ini.

Dijelaskannya juga, dengan adanya pemasaran beras, bawang dll dari Gapoktan selaku produsen langsung ke pasar tingkat kosumen di Sumsel ini, untuk membantu penstabilan harga, produsen dapat menikmati harga layak dan konsumen membeli dengan harga yang lebih murah terang nya.

Hery setyanto

Tinggalkan Balasan