Tingkat Kunjungan Wisata Di Danau Toba Menurun Drastis

Sumatera Utara, – TFBI.

Tragedi sejak tenggelamnya kapal KM Sinar Bangun rute Tigaras-Simanindo sejak 1 tahun yang lalu tepatnya tgl 18 Juni 2018 yang lalu, maka sejak dari situ pula Pariwisata Danau Toba khususnya Parapat seolah mati suri dan bagaikan kota mati yang tak ada pengunjung.


Semua pelaku usaha pariwisata termasuk hotel, restoran, souvenir, dan perkapalan, menjerit setelah tragedi itu,banyak para pelaku pariwisata yang berubah profesi menjadi petani dan tukang bangunan hingga sampai saat ini.


Walaupun ada upaya pemerintah dari Dinas terkait untuk mencoba membangkitkan kembali pariwisata di Danau Toba dengan menyelenggarakan hiburan dan event kepariwisataan tapi belum menunjukkan hasil signifikan malahan hanya sebatas seremonial semata,dan ditambah lagi saat ini bulan puasa sehingga pengunjung sangat drastis menurun.


Amatan awak media TFBI, beberapa hari terakhir di sekitaran daerah wisata baik di Parapat dan Samosir seolah semakin lesu dan tak ada aktifitas berarti dalam pelayanan kepariwisataan,baik di hotel,restoran,souvernir dan pantai.


Maka awak mediapun melakukan wawancara singkat via telpon selular kepada beberapa pelaku wisata, misalnya di Atsari Hotel Parapat dengan staf Reception Nela mengatakan tingkat hunian hotel menurun karena bulan puasa dan kami hanya bisa berisi selama mulai Ramadhan paling 25 persen dari 44 kamar.

Sama halnya dengan staf Reception Inna Parapat Cori mengungkapkan bahwa imbas penurunan kunjungan wisata di Parapat dan Danau Toba berawal dari tenggelamnya Kapal Sinar bangun sejak 1 tahun yang lalu dan ditambah dengan saat ini bulan puasa maka hunian kamar sangat Low hanya bisa maximal 30 persen tiap malam dari 107 kamar,pungkas Cori.


Demikian juga salah satu hotel besar di Samosir yaitu Samosir villa, sejak awal Ramadhan tingkat hunian hotel hanya 45 persen saja dari 95 kamar dan sangat menurun dari hari hari sebelumnya pungkas Debora reception Samosir villa di tuktuk.


Demikian juga penuturan Salah seorang warga bermarga Ambarita penjual souvenir diseputaran jalan lingkar pantai kasih Parapat sangat berharap “Bulan puasa ini bisa menjadi titik akhir dari menurunnya tamu pengunjung di danau Toba dan semoga momen hari raya ini nantinya bisa menjadi awal dan puncak keramaian pengunjung di seputaran Danau Toba dan sudi kiranya seluruh pelaku pariwisata selalu memperbaiki pelayanan baik dari tata Krama,bahasa dan info yang diberikan kepada tamu, dan termasuk juga Pemerintah melakukan kontrol dan pengawasan harga kamar hotel serta harga menu di restoran biar jangan semaunya pengusaha menaikkan harga harga sehingga konsumen atau pengunjung tidak merasa dirugikan dan mereka ingin kembali datang dan tak jera ke Danau Toba,” Ujarnya.
Kontributor Berita Feri (***)

Tinggalkan Balasan