Tewasnya Guru SDN di Toba karena pelaku kepergok merampok di dalam rumah korban

 

etabloidfbi.com Toba.–

Pihak kepolisian dari Tim Gabungan Polda Sumut dan Polres Toba yang telah berhasil mengungkap tiga orang tersangka pelaku pembunuhan Guru SDN di Toba Lisbeth M Butar-Butar, dan dua orang telah berhasil di tangkap di rumah kos-kosan di Medan pada hari Rabu (26/05/2021) yang lalu dan satu orang sedang buron.

Setelah Polisi berhasil menangkap kedua pelaku Yosep Rikki Tambunan (24) dan Nick Davidson Napitupulu (16), terungkap tewasnya korban karena tersangka kepergok korban di dalam rumahnya, demikian di sampaikan Kapolres Toba AKBP Akala Fikta Jaya S.Ik melalui Press release, Jumat (28/05/2021).

Kapolres menyampaikan, saat kedua pelaku di interogasi, ternyata ketiga tersangka sebelum melakukan aksinya, mereka telah merencanakan pencurian dan perampokan dari salah satu Warnet di Porsea dengan perencanaan matang, lalu malam itu mereka beraksi.

Disampaikan Sekitar pukul 01.00 wib hari senin (24/05/2021) dini hari, ketiga tersangka berangkat menuju Desa Lumban lobu, naik sepeda motor yang di pinjam dari teman mereka, lalu mereka membawa satu buah obeng dan kunci yang dikantongi oleh (JH) yang berstatus DPO

Akala melanjutkan, Setibanya pelaku di Desa Lumban lobu sekira pukul 01.30 Wib, mereka memarkirkan sepeda motor di jarak 500 meter dan dipastikan tidak terlihat oleh warga yang melintas, kemudian tersangka JH (DPO) memandu jalan menuju rumah korban melalui pematang sawah.

Tepat di belakang rumah korban, para tersangka mengatur posisi, dengan (NDN) berada di sudut belakang rumah memantau situasi antara belakang rumah korban dan samping kanan rumah korban, sedangkan tersangka (YPT) memantau disisi depan rumah korban, Dan (JH) merupakan eksekutor yang langsung menuju jendela.

Saat berhasil melihat satu jendela dibagian samping rumah yang bisa dibuka, saat itu (JH) langsung mengeluarkan satu bilah pisau dari pinggangnya yang dibalut dengan menggunakan kain putih.

Kemudian mencongkel jendela dan langsung masuk kedalam rumah yang posisi lampu kamar tempatnya masuk masih mati dan lampu ruang tamu juga mati saat itu, sebelum (JH) mencari benda apa yang dicuri, kemudian korban terbangun dan langsung menyalakan lampu ruang tamu dan berteriak maling saat melihat (JH).

JH kalap dan Pisau yang masih berada di tangannya dengan spontan langsung melakukan penusukan kepada korban karena teriakan korban, sehingga korban terjatuh dan bersimpuh darah, namun pada saat itu korban masih sempat melakukan perlawanan.

Tidak hanya itu JH memanggil YPT dan langsung masuk melalui jendela yang mereka buka, kemudian mendapati korban sudah bersimpuh darah dan melakukan perlawanan, akibat dan teriakan korban kemudian maka YPT langsung menutup paksa mulut korban dengan menggunakan kain putih, sembari menekan kuat leher korban, dan setelah itu JH kembali melakukan penusukan kepada korban, hingga korban benar benar tidak berdaya.

Setelah korban tidak berdaya, dan benar benar tidak ada pergerakan lagi, kemudian tersangka YPT membuka pintu rumah korban, dan ketiganya langsung melarikan diri, tanpa membawa benda yang mulanya mereka berniat melakukan pencurian. (Feri)

Tinggalkan Balasan