Terlalu.! Pejabat PDAM tirta benteng Kota Tangerang korupsi Jam Kerja, Biaya Administrasi Melambung.”

 

etabloidfbi.com Kota Tangerang.–

 

Walaupun telah berulang kali intruksi presiden RI untuk setiap pelayanan baik di pemerintahan dan di BUMN untuk disiplin pada jam kerja, tapi tidak di indahkan oleh pejabat pejabat PDAM Tirta benteng Kota Tangerang ini. Terbukti saat awal media melakukan kroschek langsung ke Gedung pelayanan nya di Jl.Komplek PU Prosida No.9 RT 001 Rw002 kelurahan Mekarsari Kecamatan Neglasari Kota Tangerang.(21\09\2021).

Memberikan pelayan kepada masyarakat, harusnya dapat di berikan sesuai waktu yang telah di tetapkan selama pelayanan. Namun kenyataannya tidak berlaku untuk jajaran pejabat PDAM tinta benteng kota tangerang yang dimana sampai dengan selesai waktu jam istirahat makan siang direktur utama dan jajaran nya sampai dengan jam 1 siang lewat masih asyik bercanda ria dikantin padahal cukup banyak masyarakat menunggu untuk dilayani.

Tim media, saat hendak makan di kantin PDAM tinta benteng pun harus meninggalkan KTA di pos satpam. apakah jurnalis makan dikantor PDAM harus mengeluarkan KTA??? Bagaimana masyarakat diharuskan patuh aturan sedangkan para pejabat PDAM tinta benteng asyik korupsi waktu. sampai berita ini di turunkan, belum dapat mengkomfirmasi ‘sumarya’ selaku dirut PDAM karena penuh nya birokrasi yang diterapkan .

Bahkan baru baru ini, masyarakat mengeluhkan mahalnya administrasi yang di tanggung kan kepada pelanggan nya. Dari 2.500 per meteran menjadi 21.500 berlaku sejak tahun 2020. Ada nya keluhan masyarakat tersebut di sampaikan langsung ke komisi 2 DPRD kota Tangerang, karena kurang nya sosialisasi ke masyarakat.

“Iya, itu kurang sosialisasi ke masyarakat, harus nya PDAM Tirta benteng kota mensosialisasikan terlebih dahulu ke masyarakat, supaya tidak menimbulkan polemik di masyarakat,” Ujar H. Saiful Millah baru baru ini saat di konfirmasi awak media.

Korupsi waktu dengan naiknya administrasi tentu menjadi persoalan di PDAM Tirta benteng kota Tangerang, bahkan masyarakat meminta walikota Tangerang, supaya mengambil tindakan. Bahkan kalau perlu, supaya mencopot pimpinan PDAM Tirta benteng kota (Direktur Utama) agar kedepannya membawa kebaikan untuk masyarakat kota Tangerang.

Tinggalkan Balasan