Terkait Dugaan Pungli Di SDN 3 Tanah Tinggi, Pejabat Dindik Kota Tangerang Berikan Klarifikasi “Asal”

Keterangan foto: Sabar manahan. Kabid OKK DPD Banten Forum Bhayangkara Indonesia.

 

etabloidfbi.com Kota Tangerang.–

Terkait dugaan “Pungli” di SDN 3 tanah tinggi kota Tangerang, pejabat Dinas pendidikan berikan keterangan asal. Hal itu disampaikan oleh Organisasi masyarakat, Forum Bhayangkara Indonesia DPD Banten, “Sabar Manahan,” saat di konfirmasi awak media di sekretariat FBI DPD Banten, di jln Maulana Hasanuddin Poris Gaga kota Tangerang.(09/03/2021).

“Saya berbicara atas nama organisasi masyarakat, Forum Bhayangkara Indonesia, dan sangat menyesalkan klarifikasi pihak Dinas pendidikan kota Tangerang,” ujar Sabar manahan

Di jelaskan, ada tiga point’ klarifikasi oleh dinas pendidikan kota Tangerang, lewat Kepala Bidang nya, (Kabid). Point’ pertama, (1) Dinas pendidikan melarang pungutan kepada murid.
Point’ ke dua(2), Kepala sekolah SDN Tanah tinggi sudah di perintahkan agar kegiatan latihan try out dan PTS di rumah salah satu orang tua murid di stop.

Dan point’ ke tiga(3) menurut laporan kepala sekolah SDN 3, Uang iuran yang di pungut dari orang tua murid sudah di kembalikan.

Baca Juga : https://etabloidfbi.com/miris-oknum-guru-di-duga-lakukan-pungli-di-sekolah-sd-n-3-tanah-tinggi-kota-tangerang/

“Point’ pertama dan kedua, menurut kami itu sangat wajar karena memang mengingat Prokes PPKM masih di berlakukan, tetapi point’ yang ketiga yang harus di pertanggung jawabkan oleh pejabat Dinas pendidikan, soal nya, sampai saat ini tanggal 09maret 2021, orang tua murid belum merasa menerima pengembalian dari pihak sekolah,” terang Manahan.

Lebih jauh di katakan Manahan, “Dalam hal ini kami berharap kepada Dinas pendidikan kota Tangerang, agar bisa memberikan penjelasan seluas luasnya, jadi bukan penjelasan “Asal”
Hal ini kami lakukan agar tidak menimbulkan prasangka buruk kepada masyarakat, serta mendukung program pemerintah dalam menjalankan Belajar mengajar saat di musim pandemi Covid-19 saat ini, dan supaya tidak menjadi kontra produktif di masyarakat kedepan nya.

Selanjut nya untuk mendukung langkah langkah yang akan kita lakukan, seperti akan melaporkan ke Pihak Penegak Hukum,(kejaksaan/polri) kepala Daerah(Walikota) dan Kemendiknas, juga untuk upaya kita dalam pencegahan tindak pidana Pungutan liar (Pungli) yang diduga keras telah dilakukan dengan sengaja atau di rencanakan dengan baik oleh oknum guru pengajar tersebut di lingkup sekolah SD N 3 tanah tinggi. (Mardono)

Tinggalkan Balasan