Terkait Bangunan Mini Market LSM GERAM-Banten Indonesia Bersurat, Kasat Pol PP: Pemilik Bangunan Sudah Kita Panggil

 


Lembaga Swadaya Masyarakat, Geram Banten Indonesia wilayah kota Tangerang, Surati Sat pol PP terkait sebuah bangunan Mini market yang di duga tidak mengantongi IMB yang berada RT 04/ RW07,Kel Cikokol Perumahan Bona sarana indah kota Tangerang.

Dan langsung mendapat reaksi cepat dan di tindak lanjuti, tidak berselang lama setelah laporan tersebut di sampaikan oleh LSM Geram Banten Indonesia ke Sat pol PP. Tindakan pertama dengan melakukan pemanggilan. Seperti yang di jelaskan oleh Kasat pol PP “Agus Hendra,” saat di temui awak media di Ruang rapat Pusat pemerintahan kota Tangerang, (28/08/2020).

*Baca juga: Kupu Kupu Liar Di Ungkap Bangunan Liar Di Biarkan, LSM Pertanyakan Kinerja Satpol PP Kota Tangerang*

“Iya sudah kita lakukan pemanggilan terhadap pemilik bangunan, dan kalau memang terbukti tidak mempunyai izin maka kita akan sanksi berupa tertulis atau penghentian sementara,” ujar Agus Hendra.

Lebih jauh Agus Hendra menyampaikan,” “kita berharap masyarakat kota Tangerang agar taati peraturan daerah yang sudah di tetapkan demi kebaikan kita bersama,” katanya.

Menanggapi penjelasan Kasat Pol PP Kota Tangerang, “Romo” Kordinator LSM Geram Banten Indonesia berpendapat,” kalau hanya sanksi ringan, seperti penyetopan yang dibuatkan oleh Sat pol PP sebagai penegak perda menurut nya itu tidak akan efisien dalam penegakan Perda.

Karena menurut “Romo” itu tidak akan membuat efek jera bagi para pelaku usaha yang ingin ber investasi di kota tangerang dan tidak turut aturan, kedepanya di kwatirkan akan hilang nya PAD kota Tangerang sendiri.

“Kami sebagai lembaga swadaya masyarakat berharap Satpol PP mengeksekusi dan membongkar bangunan tersebut jika benar benar bangunan nya belum mengantongi Ijin Mendirikan Bangunan (IMB).

Kami sudah bersurat tanggal 27 agustus 2020, ke satpol PP dan apabila sampai hari senin yang akan datang tidak ada tindakan tegas maka kami akan melakukan “Aksi demo” beserta masyarakat lingkungan bangunan bakal minimarket.

Sekali lagi kami tegaskan agar perda kota tangerang bisa ditegakkan dan bisa menyelamatkan PAD maka harus ada keberanian Satpol PP untuk membongkar bangunan tersebut,” ucap Romo.

Sebelum nya masyarakat sekitar juga sebagian menolak bangunan mini market tersebut, karena menurut warga sekitar akan berdampak kepada Usaha kecil yang rata rata sumber pendapatan warga di sekitar. Sementara itu, hingga berita ini dimuat pihak pengelolah bangunan belum bisa di konfirmasi.

(Sabar Manahan)

Tinggalkan Balasan