Terjadinya Kasus Pungli Di SMAN 2 Cileungsi, LBH Botim Siapkan Gugatan Hukum.

Reporter : Irsan Boegiees

Editor Yahya Heriansyah 

etabloidfbi.com Cileungsi, Jawa Barat.–

Maraknya kasus pungli yang terjadi di SMAN 2 Cileungsi, menjadi catatan merah tersendiri dalam dunia pendidikan di Kabupaten Bogor.

Direktur Lembaga Bantuan Hukum Bogor Timur (LBH Botim) Jamaluddin mengatakan, bahwa adanya kasus dugaan pungli yang terjadi di SMAN 2 Cileungsi menjadi catatan merah tersendiri dalam dunia pendidikan saat ini.

“Pasalnya, ditengah pandemi dan kesulitan ekonomi yang dialami masyarakat, pihak dari pengelola SMAN 2 Cileungsi justru menambah beban masyarakat yang ingin menyekolahkan anaknya di sekolah negeri dengan adanya pungutan yang jumlahnya cukup fantastis,” kata Ilong panggilan akrabnya.

Dalam hal ini pun, praktik pungutan liar di dunia pendidikan pun menjadi sorotan tersendiri di kabupaten Bogor, bagi lembaga bantuan hukum Bogor timur (LBH Botim), tengah menyiapkan gugatan hukum, sebab kami sebagai LBH ini khususnya di Botim merasa prihatin dengan masih adanya dugaan pungutan liar di tiap-tiap sekolah, saat penerimaan siswa baru, jelas Jamaluddin, kepada etabloidfbi.com

“Apalagi ditengah pandemi saat ini dimana semua orang tengah kesulitan ekonomi. Seharusnya lembaga pendidikan tersebut harusnya turut meringankan beban masyarakat bukan malah sebaliknya menambah beban dengan meminta pungutan yang sangat besar.”

Lanjut., Jamaluddin, menurutnya praktik yang dugaan pungli di lembaga pendidikan ini, apalagi terjadi di sekolah negeri tidak dapat ditolerir dengan alasan apapun, tegasnya.

“Pasalnya, seluruh kebutuhan di lembaga pendidikan sudah dipenuhi oleh negara dalam hal ini pemerintah provinsi atau kabupaten. Oleh karena itu, lembaga pendidikan tidak diperkenankan untuk meminta pungutan atau sumbangan kepada orang tua siswa, apalagi dengan nominal atau besaran yang sudah ditetapkan,”

Jamaluddin menambahkan, untuk dugaan pungli di SMAN 2 Cileungsi ini LBH Botim menemukan berbagai pungutan. “ulai dari pengembangan sekolah yang nilainya jutaan rupiah, kemudian pungutan PPDB yang mencapai puluhan juta rupiah,” jelasnya.

Berkaitan dengan adanya temuan-temuan tersebut, Jamaluddin mengaku tengah menyiapkan gugatan hukum terkait dugaan pungli di SMAN 2 cileungsi. Ia juga mengaku tengah membangun komunikasi dengan pihak kejaksaan dan pengadilan terkait gugatan tersebut.

“Bagi kami ini ranahnya sudah tidak lagi kelalaian administrasi. Pungutan ini sudah diciptakan secara sistemik dan terstruktur, jadi akan kami bawa ke ranah pidananya” tutupnya.

Tinggalkan Balasan