Sungai Wailamo Kecamatan Kao Barat butuh penanggulangan serius

Halmahera Utara, TFBI.

Sungai Wailamo di desa Tuguis Kecamatan Kao Barat, saat ini tersumbat hingga sering menimbulkan bencana banjir yang berakibat kerugian bagi masyarakat setempat.

Menyikapi fenomena alam yang memprihatinkan ini, menggugah hati Bupati Halut, Ir. Frans Manery untuk meninjau langsung dan melihat dari dekat kondisi sungai tersebut. Didampingi Sekretaris Daerah, Kadis Pekerjaan Umum, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa, dan Kadis Kominfo, orang nomor satu di Halut itu turun langsung ke lokasi sungai untuk melihat dari dekat kondisi sungai yang tersumbat.

Camat Kao Barat, Syahri, meminta kepada Pemda Halut untuk melakukngga tidak terjadi banjir susulan. Bupati pada kesempatan itu menyatakan terima kasih serta apresiasi terhadap gagasan pemuda GMKI(Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia) yang menyuarakan pendapat secara intelek. Pasalnya anak-anak muda itu tidak melakukan demonstrasi di jalanan seperti ormas lain. Tetapi mengajak pemerintah turun langsung berembuk dengan masyarakat terkait persoalan yang dihadapi.

Penanggulangan masalah sungai Wailamo dilakukan dalam dua tahap antara lain, untuk jangka pendek, masyarakat dilarang membuang rakit di DAS (Daerah Aliran Sungai) Wailamo dan hal ini akan dimuat dalam peraturan desa. Menyusul kegiatan penghijauan disepanjang DAS Wailamo. Bupati berjanji akan memberikan kucuran dana untuk membuka sumbatan agar air dapat mengalir mulai awal Juli 2019. Pemda Halut juga akan mengupayakan bantuan dari Provinsi Maluku Utara dan pemerintah pusat, terkait mengatasi sumbatan sungai Wailamo yang berbentuk endapan seperti pulau di tengah sungai yang mencapai jarak 4 km.

(Dalen Halmahera)

Tinggalkan Balasan