Shalat Idul Adha Dan Pembagian Daging Kurban Di Nunukan Terapkan Prokes

 

etabloidfbi.com Nunukan.–

 

Pelaksanaan shalat sunnah Idul Adha di Nunukan dilaksanakan khusyuk dan dengan protokol Kesehatan (Prokes) yang cukup ketat, Apalagin masih berlangsungnya Perpanjangan Pelaksanaan Pengetatan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di kabupaten Nunukan.

Seperti yang terlihat di Masjid Agung Al-Mujahidin, Masjid Besar Al-Muttaqien dan Masjid Ar-Rahman Nunukan.

Masjid yang terletak di dalam Kota Nunukan ini menerapkan protokol kesehatan dengan mengatur jarak shap dan memakai masker.

Seperti disampaikan Wakil Ketua Pengurus Masjid Agung Al-Mujahidin Nunukan,Kadrie Silawane,” Kesadaran masyarakat dalam mematuhi Prokes dalam pelaksanaan Shalat Idul Adha ini cukup tinggi, apalagi jauh-jauh hari Bupati Nunukan telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) yang ditujukan kepada seluruh Pengurus Masjid Se-Kabupaten Nunukan,” saat ditemui usai Shalat Id, Selasa (20/07/2021)

“Himbauan Bupati Nunukan dalam SE, agar masyarakat muslim bisa melaksanakan shalat Idul Adha dilaksanakan dirumah masing-masing, namun jika tetap ingin melaksanakan di masjid, mushollah atau tanah lapang agar mematuhi prokes, termasuk larangan untuk orang yang sudah tua, Ibu hamil dan anak usia dibawah sepuluh tahun untuk tidak melaksanakan shalat Idul Adha diluar rumah,” ucap Kadrie.

Kadrie juga mengungkapkan, apalagi dengan pihak keamanan Polri, TNI dan Pol PP kita selalu koordinasi, hingga hal-hal terkait pelaksanaan Shalat Idul Adha dan pelaksanaan kurban alhamdulillah berjalan lancar.

PELAKSANAAN PEMOTONGAN HEWAN DAN PEMBAGIAN KURBAN

Pemotongan hewan kurban di kabupaten Nunukan tahun ini jumlahnya jauh berkurang dari tahun sebelumnya.Seperti terlihat di Masjid Agung Al-Mujahidin dan Masjid Al Muttaqien Nunukan.

“Tapi beruntung dan bersyukur karena Masjid Agung Al-Mujahiddin mendapatkan hewan kurban dari Presiden Joko Widodo satu ekor sapi seberat 1,1 ton, sapi dari hasil perkawinan silang Limosin dan Simental yang diambil dari pembibitan ternak kota Tarakan”.ucap Kadrie ditemui di Masjid Al-Mujahidin, Selasa (20/07/2021).

Lanjut Kandrie, Sapi kurban Presiden Jokowi diserahkan oleh Pemprov Kaltara yang diterima panitia kurban masjid Al Mujahidin bersamaan dengan penyerahan 1 ekor sapi jenis Brahman Cros dari Gubernur Kalimantan Utara H.Zainal Arifin Palliwang, dan 8 ekor sapi dari perorangan dan kelompok warga Nunukan.

“Pembagian kupon kurban telah diberikan sebelum pelaksanaan kurban, dan panitia yang berupaya mengantarkan 1 kg daging kerumah masing-masing penerima,”ujar Kadrie.

Sementara ditempat terpisah, pengurus masjid Al-Muttaqin Nunukan H.Ridwan mengungkapkan,bahwa tahun hewan kurban yang dipotong jauh berkurang dari tahun lalu, hanya 7 ekor sapi dan 3 ekor kambing,”.

“Mungkin ini pengaruh Covid-19 hingga ekonomi masyarakat tentu berpengaruh.
Tapi alhamdulillah kita laksanakan amanah warga yang berkurban dengan mengantarkan kepada yang berhak, dimana telah didata sebelumnya, dan masing-masing penerima kita berikan daging 1,5 kg,”ujar H.Ridwan.

Ungkapan senada disampaikan Kadrie Silawane dan H.Ridwan, keduanya berharap Covid-19 segera berakhir agar aktifitas masyarakat bisa kembali berjalan normal, tentu ini semua atas kehendak Allah SWT.

Dari pantauan dan informasi yang diterima media ini, pelaksanaan shalat Idul Adha dan pembagian hewan kurban di masing-masing kecamatan berjalan aman dan lancar.

Syafaruddin/Biro Nunukan

Tinggalkan Balasan