Serikat Buruh Keramik Indonesia “tolak Kenaikan Upah Sebesar 0,78%”

etabloidfbi.com Indramayu. —

Serikat Buruh Keramik Indonesia (SBKI) melakukan unjuk rasa dan memprotes keras keputusan pemerintah yang telah mengumumkan bahwa rata rata kenaikan upah minimum kabupaten (UMK) untuk tahun 2022 sebesar 0.78%.

Sementara itu sebagian Pekerja yang tergabung dalam Aliansi Buruh Indramayu (ABI) terus menyuarakan aksi protesnya dengan melakukan unjuk rasa di depan kantor Disnaker dan juga Pendopo Indramayu tepatnya pada hari senin tanggal 22 november 2021,

Mereka para pengunjuk rasa menuntut Pemerintah khususnya di wilayah Indramayu untuk menaikan upah yang setara dengan kebutuhan sekarang yaitu berkisar sebesar 15% untuk tahun ini.

Ketua Serikat Buruh Keramik Indonesia (SBKI) Khaerul Anam mengatakan aksi unjuk rasa ini untuk menolak upah minimum 2022 versi pemerintah,
” Upah minimum tersebut tidak sebanding dengan dengan kebutuhan hidup layak yang mana pada saat ini harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan serta kebutuhan hidup lainya ,upah murah yang di terimah buruh akan memperparah kondisi buruh untuk menjalankan kehidupan sehari hari .dengan begitu buruh masih jauh dari kata hidup layak atau sejahtera,” demikian diungkapkan olehnya.

 

Dalam aksinya tersebut juga para buruh menyampaikan tuntutan kepada pemerintah daerah Indramayu agar pemerintah Daerah memenuhi tuntutan lainnya dan tertuang dalam 7 Butir tuntutan diantaranya :

  1. Menaikan upah minimum kabupaten indramayu sebesar 15% untuk upah tahun 2022.
  2. Menetapkan upah di atas upah minimum peganti UMSK
  3. Tolak SE menaker dan mendagri tentang pengupahan.
  4. Tolak perhitungan upah dengan formulah pp 36 tahun 2021.
  5. Cabut uu cipta kerja dan pp turunanya.
    6.Terapkan upah sesuai kebutuhan hidup layak (KHL)
  6. Berlakukanya masa pensiun sesuai pp 45 tahun 2015.

Ditambahkan pula oleh Khaerul Anam “Apabila tuntan kami dari Masa Buruh yang bergabung dengan Aliansi Buruh Indramayu .tidak di dengar dan di abaikan oleh Kepala Daerah yang berwenang maka kami akan melakukan aksi serupa dengan jumlah masa yang lebih besar lagi dan melakukan aksi mogok daerah dan ada kemungkinan kami juga akan menginap di depan kantor kepala daerah indramayu ,” kata Ketua SBKI kepada awak media sebagai penutup.

(B. S. Yanto)

Tinggalkan Balasan