Seorang Anak Menjadi Korban Pencabulan: Ada Apa Dengan Aparat Kepolisian.

Keterangan Foto : Gambar Adalah Ilustrasi

 

etabloidfbi.com Cibungbulang, Jawa Barat.–

Sebuah gambaran dimana seseorang mendapatkan nasib malang yang bertubi-tubi. Seperti itulah gambaran yang terjadi pada HH (42 Thn) warga Cibungbulang, Kabupaten Bogor Jawa Barat.

“Seorang anak perempuan, sebut saja “NHF” (15 Thn) yang masih status pelajar, dibawah umur diduga korban pencabulan rekan keakraban Ayahnya.”

“HH yang juga seorang Ayah dari “NHF” mengatakan bahwa, anaknya memberanikan diri untuk menceritakan kejadian tersebut pada (29 Oktober 2020), akhirnya kami sekeluarga sontak dan terkejut mendengar hal ini. Lantas anak saya yang laki-laki, HR sempat marah dan melakukan pemukulan terhadap terduga “HD”, sekarang anak saya HR menjadi terdakwa dalam kasus tersebut,” kata Ayah Korban kepada awak media.

Surat Bukti Laporan Terkait Pencabulan NHF Yang Diduga Dilakukan Oleh HD

Dihadapan awak media HH (42 Thn) menceritakan kisah pilu ini sangat tidak terpuji menimpa keluarganya, awalnya istri saya meminta pertolongan kepada “HD” yang diduga sebagai pelaku pencabulan terhadap anaknya, untuk mengobati.

“Namun hal itu terjadi, anak saya diminta oleh “HD” untuk datang kerumahnya sendiri tampa di dampingi istri saya, sekitar jam 19.00 Wib pada Sabtu (8/20) untuk menjalani pengobatan terakhir. Tidak dipungkiri, sesampainya di rumah terduga “HD”, anak saya dipaksa untuk melayani nafsu bejat “HD” akhirnya, “NHF” (15 Thn) sempat diancam apabila mengadu ke orang lain,” ucap HH, pada Jumat 19/02/2021.

Lanjut, HH menjelaskan, setelah itu anak saya disuruh pulang langsung oleh “HD” itu malam juga dan anak saya sempat tidak berani bercerita hal kejadian itu kepada keluarga di karenakan takut akan ancaman tersebut.

“Pasalnya di duga pelaku “HD”, selama ini kita anggap seperti keluarga sendiri dan kami tidak menyangka, dia adalah pelaku utamanya, tega benar “HD” melakukan hal tersebut terhadap anak kandung saya,” tegas HH selaku Orang tua dari “NHF”.

“Sebagai ayah HH (42 Thn) langsung membuat laporan Polisi pada tanggal 30 Oktober 2020 di Unit PPA Sat Reskrim Polres Bogor dengan Nomor: LP/B/542/X/2020/JBR/RES BGR, perihal tindak pidana persetubuhan dan atau perbuatan cabul dengan anak dibawah umur.”

“Tetapi “HD” sempat mendatangi rumah korban “NHF”, tetapi tidak terima perlakuan dari HR yang sontak, langsung emosi dan memukulinya. Hal itulah yang mengakibatkan anak saya HR sekarang ditahan dan sedang menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Cibinong karena dilaporkan oleh “HD” atas pemukulan itu,” ujarnya.

“Kami sebagai keluarga berharap bisa ada keadilan kepada pihak yang berwajib dan menangani kasus ini, khususnya Polres Bogor. Harapan saya selaku orang tua “NHF”, semoga ini bisa cepat ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian, Polres Bogor untuk segera ditangkap pelakunya dan di hukum seadil-adilnya, karena anak saya masih status sebagai pelajar dan dibawah umur, akibat kejadian itu masa depan anak saya menjadi taruhannya,” pungkas HH, sembari mengusap air matanya.

Beberapa hari lalu sempat pihak dari korban mendatangi Polres Bogor untuk mencoba menanyakan hal ini kepada petugas yang menanganinya kasus “NHF”, tetapi petugas memberikan keterangan masih menunggu hasil visum. (TIm PWRI)

Tinggalkan Balasan