SEMINAR NASIONAL 2019 Universitas Pamulang “Tantangan Kompetensi Guru Di Era Revolusi Industri”

Pamulang, 11/10 TFBI.–

Program studi pendidikan Pancasila dan kewarga negaraan Universitas Pamulang kembali mengadakan agenda rutin tahunan berupa seminar nasional (12/10/2019).
“Yang di ikuti oleh 1211 peserta yang terdiri dari mahasiswa PPKn,prodi lain,guru dan dari program pasca sarjana. Dalam agenda seminar tersebut turut mengundang pembicara dan sebagai narasumber, Dr.Supriano,M.Ed, selaku Direktur Jendral Guru tenaga kependidikan Kemendikbud, dan Prof.Dr.Ismunandar. Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristek Dikti. acara tersebut di laksanakan tepat nya gedung Auditorium Pusat Universitas Pamulang. Tangerang Selatan Propinsi Banten.

AmeliaHaryati,SH,MH. Selaku panitia pelaksana menerangkan, tema seminar kali ini yakni “Tantangan kompetensi guru di era industri 4.0 ” kita mengambil tema ini agar kita semua, khususnya mahasiswa PPKn dapat mengantisipasi tantangan sebagai seorang guru di masa yang akan datang, juga memberikan pemahaman dan pengetahuan bagi semua dosen di prodi PPKn agar mampu mengarahkan mahasiswanya menjadi seorang calon guru yang profesional, mengingat salah satu penyebab rendahnya kompetensi guru di Indonesia adalah, pertama: ketidaksesuaian disiplin ilmu dibidang mengajar mata pelajaran yang bukan bidang studinya,” Ungkapnya.


hal ini disebabkan persebaran guru, untuk menutup kekurangan guru, pihak sekolah kemudian menugaskan guru mengajar beberapa disiplin ilmu agar setiap peserta didik bisa merasakan semua pembelajaran yang wajib mereka dapatkan.


Ketidak sesuaian disiplin ilmu dengan bidang mengajar, ini berdampak pada proses pembelajaran menjadi tidak maksimal dan peserta didik tidak menguasai secara keseluruhan materi yang diajarkan oleh guru tersebut.


Selanjut nya, “kualifikasi guru yang belum setara sarjana oleh karena itu guru di tuntut untuk meningkatkan kompetensi melalui pengembangan diri karena itu di tuntut untuk meningkatkan kompetensi melalui pengembangan diri karena ilmu pengetahuan dan teknologi terus berkembang, maka guru tidak akan mempunyai kompetensi sesuai dengan tuntutan pendidikan di era Revolusi industri.4.0, ” Tambahnya.


selain itu, masih banyak calon guru yang direkrut tanpa sistem rekrutmen yang di persyaratkan, sering terjadi penerimaan guru hanya berlandaskan ijazah sarjana kependidikan tanpa mempertimbangkan kemampuan calon guru tersebut dalam pendidikan dan pembelajaran bermutu, belum lagi proses rekrutmen guru yang memprioritaskan hubungan kerabat, bukan seleksi kompetensi.

Kondisi ini menjadikan kompetensi guru semakin rendah dan akan menghambat guru dalam menghadapi tantangan yang ada pada revolusi industri.4.0. “untuk itu dengan diadakannya seminar ini, saya mengharapkan adanya perubahan dalam sistem pendidikan di Indonesia. “Untuk itu dengan diadakan nya seminar ini saya mengharapkan ada nya perubahan sistem pendidikan Indonesia, dan itu tentunya berdampak pula pada peran guru sebagai tenaga pendidik,” Katanya.

Upaya untuk mencapai kompetensi tersebut bisa di mulai dengan memperbaiki sistem rekrutmen guru, dilakukan dengan pola selektif dan berstandard sesuai kebutuhan perkembangan teknologi juga kemampuan intelektual para calon guru, tetapi juga menguji psikologis dan kepribadian calon guru dalam menghadapi segala tantangan memasuki era Revolusi industri 4.0. paparnya.

“Ditambahkan lagi, pola peningkatan kompetensi guru yang bersifat bottom up, juga perlu di lakukan agar setiap permasalahan dan kendala yang di hadapi guru di daerah dapat di akomodir, untuk kemudian di kaji kembali.
“Untuk itu dengan dilaksanakan nya seminar ini, di harapkan lulusan PPKn UNPAM dapat meningkatkan keprofesionalannya secara konsisten dan berkesinambungan melalui partisipasi aktif dalam kegiatan seminar, Diklat, dan workshop terkait pengembangan metode pembelajaran sesuai perkembangan era revolusi industri 4.0.


Demikian juga kegiatan diskusi akan meningkatkan kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial anggota team, sedangkan kompetensi profesional guru akan diperoleh melalui aktivitas guru dalam mengedintifikasi permasalahan dalam praktek pembelajaran, mencari solusi, merencanakan dan melaksanakan pembelajaran, dan mengevaluasi proses maupun hasil pembelajaran.

Upaya peningkatan kompetensi guru akan lebih mudah dengan dukungan e-literasi. “Guru dapat memanfaatkan e-literasi untuk mencari berbagai informasi yang dibutuhkan. “Informasi yang di peroleh dari media sosial atau internet kemudian diolah, dianalisis sehingga tercipta informasi baru.

“Selain itu pemanfaatan e-literasi akan menambah pengetahuan dan wawasan guru menyongsong era revolusi industri 4.0. oleh karena itu kebutuhan dunia pendidikan akan teknologi merupakan suatu keniscayaan, kemudian pola peningkatan guru yang bersifat bottom up, untuk menjaring berbagai persoalan pembelajaran di setiap daerah ke masa yang akan datang,” ujar Amelia Haryati SH.MH. Sebagai penutup.


Selanjut nya acara seminar berlangsung hikmah karena semua peserta sangat antusias saat menyimak pemaparan materi yang di sampaikan oleh Narasumber sampai selesai.

(Sabar Manahan)

Tinggalkan Balasan