Sejak Dilanda Pandemi Masyarakat Miskin Di Bogor Tidak Tersentuh Bantuan, Pemerintah Dimana..??

 

Keterangan Foto : Warga Masyarakat Kampung Sadeng Bersama Awak Media etabloidfbi.com

etabloidfbi.com Sadeng Bogor. —

Program pemerintah pusat dan Kabupaten Bogor, yang di turunkan ke masyarakat semasa di tetapkan kejadian luar biasa(KLB) karena pandemi Covid-19 sepertinya menjadi suatu persoalan pemerintah kabupaten Bogor sendiri.

Pasalnya,” salah satu desa di wilayah tersebut sungguh tidak tersentuh bantuan, yaitu di Kampung Sadeng, Kecamatan Leuwisadeng Kabupaten Bogor, saat awak Media etabloidfbi.com menyambanginya pada hari Sabtu 05/09/20.

Baru baru ini pemerintah pusat dan pemerintah daerah telah menjelaskan bentuk bantuan yang berdampak langsung ke masyarakat, serta bantuan kesejahteraan yaitu: Bantuan Pangan Non tunai (BPNT) Bantuan Langsung Tunai (BLT) serta Program Harapan Keluarga atau disebut PKH.

 

Faktanya sungguh “Miris” dan terasa sakit didada, saat melihat realita di masyarakat, selama musim Pandemi Covid-19 sebanyak 27 Kepala keluarga Miskin serta hidup tidak layak, tidak tersentuh bantuan sama sekali baik dari pemerintah pusat ataupun daerah Kabupaten bogor.

Dari beberapa pengamat masyarakat menyampaikan,” Sungguh amat sangat di sayangkan di 75 tahun Indonesia Merdeka, akan tetapi masih banyak Rakyat Indonesia yang hidup tidak layak dan berada dibawah garis kemiskinan akan tetapi jarang mendapatkan perhatian,”

bagaimana tidak..?
Melihat kondisi kehidupan mereka yang amat sangat dibawah garis kemiskinan akan tetapi Tidak ada Sedikitpun kepedulian Pemerintah terhadap nasib dan kehidupan mereka.

Padahal jarak antara Rumah yang di tempati dengan Kantor Desa hanya sekitar kurang lebih 300 Meter akan tetapi Aparatur Desa seakan akan tutup mata dan tidak berupaya untuk melakukan pendataan atau pemberian bantuan sama sekali.

Dimana hati Nurani Para Aparatur Negara.?
Apakah mereka tidak layak mendapatkan “Keadilan sosial” dalam Sila ke 5 Pancasila..? Kata H.Saiful Milah salah satu tokoh masyarakat,di sekitar juga Anggota DPRD kota Tangerang saat ini.

Dari hasil penelusuran awak media etabloidfbi.com di Lokasi, tempat tinggal warga tersebut tidak jauh dari Ketua Team Pemenangan Bupati Kabupaten Bogor saat ini yang terpilih.

“Sudah terbiasa pak kami seperti ini, “Suara kami mereka butuhkan pada saat Pemilihan saja,” ungkap salah satu warga.

 

Dari keterangan warga lainnya, mereka hanya bisa Pasrah dan menerima Takdir akan nasib yang selama ini mereka alami, “Yah, mau bagaimana lagi pak, kami memang hidup susah asal bisa makan saja sudah alhamdulillah, boro-boro ada Sumbangan bantuan dari Pemerintah, peduli saja mereka tidak dengan nasib kami, Ujar seorang ibu yang sudah Tua renta kepada awak Media.(05/09/2020)

“Tetapi kami pasrah saja memang beginilah kehidupan yang kami alami, semoga saja kedepannya anak Cucu kami nanti tidak susah seperti kami, dan kamipun berharap kedepannya ada kepedulian dari Pemerintah terhadap Kehidupan kami yang memang hidup apa adanya, Tambah Nenek tersebut.

Dari pandangan pengamat sosial di masyarakat,” Sebagaimana di ketahui Butiran UU dasar 1945 dalam Pasal 34 ayat (1) Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 “mengamanatkan kewajiban negara untuk memelihara fakir miskin dan anak terlantar”.

Ditambahkan Dalam Pasal 27 ayat 2 berbunyi “Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak”.

Pasal 28 H
(1) Hak untuk hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat, Hak untuk memperoleh pelayanan kesehatan .
(2) Hak untuk mendapat kemudahan dan perlakuan khusus guna mencapai persamaan dan keadilan
(3) Hak atas jaminan sosial
(4) Hak atas milik pribadi yang tidak boleh diambil alih sewenang-wenang oleh siapapun.

Menurut nya lagi,” Apakah Pasal-pasal diatas hanya Slogan Belaka, dan tidak diterapkan di Wilayah yang mana kita ketahui mereka amat sangat hidup dibawah garis kemiskinan..?

Saat berita ini diturunkan belum ada konfirmasi yang jelas, terkait keberadaan warga miskin tersebut yang tidak tersentuh bantuan, disaat pandemi Covid-19 masih melanda hingga saat ini, dari Aparatur Desa setempat, dikarenakan hari libur dan dan Kantor Desa tutup.
(Bersambung)

Reporter Irsan Boegiess
Editor : Yahya Heriansyah

Tinggalkan Balasan