Sat Reskrim Polres Bogor Adakan Konferensi Pers Terkait Kasus Pembunuhan Anak Dibawah Umur.

Mega Mendung Bogor, TFBI.

Satreskrim Polres Bogor melaksanakan konferensi pers terkait kasus penganiayaan terhadap anak dan menyebabkan Korban meninggal dunia akibat persetubuhan dan pencabulan terhadap anak serta tindak pidana dengan sengaja merampas nyawa orang lain dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain yang dilakukan oleh Pelaku Berinisial H (23 tahun) di Kampung Cinangka RT 002 RW 002 Desa Cipayung girang Kecamatan Megamendung Kabupaten Bogor.

Barang Bukti yang Disita Aparat Kepolisian dari TKP

Adapun kronologis kejadian pada hari Sabtu 29 Juni 2019 sekira jam 11 WIB ketika pelaku pulang jualan bubur ke kontrakannya lalu dihampiri oleh korban dan meminta uang Rp2.000, kemudian pelaku memberikannya. selang beberapa saat korban mengambil uang 10000 milik korban. Kemudian pelaku memanggil korban dan bertanya uang Rp10.000. Dengan iming-iming pelaku akan memberikan uang 5000 lagi, pelaku memaksa korban untuk mengikuti keinginannya. Pelaku mencium pipi dan bibir korban. Saat pelaku mencium bibir, korban melawan dan pelaku spontan membekap mulut korban kemudian memasukkan kepala korban kedalam ember berisi air penuh setelah 15 menit korban dipastikan tidak bernyawa kemudian Pelaku menyetubuhi mayat korban.

Pelaku H (23) diapit dengan Aparat Kepolisian

Setelah selesai melampiaskan Hasratnya pelaku langsung memasukkan korban ke dalam bak mandi dengan posisi terlentang dan ditutupi dengan karpet baju kotor serta meletakkan ember berisi air diatas baju tumpukan tersebut supaya tidak terlihat.

Kemuduan pelaku mengganti pakaiannya dan pergi ke rumah temannya dan meminjam uang sebesar 300 Ribu, dengan alasan akan dikirim ke kampung. Namun pelaku menggunakan uang itu untuk melarikan diri, dalam pelariannya pelaku sempat singgah ke Surabaya Semarang dan Pemalang kemudian tertangkap oleh kepolisian resort Bogor

Kapolres sedang melakukan konferensi Pers

Berdasarkan hasil pemeriksaan didapat keteranfan bahwa Pekaku sejak tahun 2016, sering mencuri celana dalam hingga sampai saat ini sudah sekitar 1000 celana dalam yang dicurinya dan Pelaku memiliki kebiasaan menonton film porno yang diperankan oleh anak-anak.

Barang bukti yang disita diantaranya 1 pasang sandal anak-anak berwarna biru, 6 potong kaos, 3 buah celana, 2 buah celana dalam, 1 karpet Biru, 4 ember, 1 Gayung, 1 kaos dalam anak, 1 buah baju korban, dan 1 buah celana dalam anak.

Pelaku dikenakan pasal 80 ayat 3 dan atau pasal 81 atau pasal 82 undang-undang Nomor 35 tahun 2014 perubahan atas undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dan atau pasal 338 KUHP Jelaskan 2 atau pasal 340 KUHP dengan ancaman penjara Paling lama seumur hidup.

(Irrsan Boegiess)

Tinggalkan Balasan