Saluran Air ( Got) Jalan Nyomplong Mampet, mengakibatkan Air meluap ke badan Jalan .

Sukabumi Kota, TFBI.

Wilayah Kelurahan nyomplong kecamatan warudoyong Sukabumi Kota, Air yang mengenangi jalan Saluran Air ( Got) yang mampet karena sampah dan diduga akibat adanya Jaringan Kabel dari PLN yang ditanam di saluran air ini.

Sampah yang terbawa oleh air menyangkut di jaringan Kabel PLN sehingga mengakibatkan tidak lancarnya air mengalir di saluran tersebut terutama di saat hujan tiba, badan jalan di genangi oleh air karena luapan dari Got yang mampet.

Akibat dari galian kabel PLN yang dilakukan setahun yang lalu dan di tanam di saluran air ini jadi sering terjadi mampet, air tumpah keluar jalan apalagi di saat hujan tiba, banjir pa”ujar ketua RW 02, Ujang Hidayat kelurahan nyomplong kecamatan warudoyong kepada kru TFBI disela melakukan pengerjaan dan pengangkatan sampah yang menyangkut di jaringan Kabel PLN yang di tanam di dalam saluran air ini.

“Keadaan ini sudah pernah di laporkan kepada pihak Kecamatan Warudoyong dan Pa Camat pun sudah pernah memberitahukan keadaan saluran yang mampet ini ke PLN dan Dinas terkait namun belum juga ada tindakan dari pihak PLN untuk mengontrol dan memperbaikinya, pernah saat itu dari pihak Tata Kota meninjau lokasi ini ,tapi tetap tidak ada tindak lanjutnya, ” Ujang Hidayat menuturkan.

Kru TFBI pun menyambangi Kantor Kecamatan Warudoyong untuk mendapatkan Informasi mengenai peristiwa ini.

” Kejadian ini pernah saya laporkan pada bulan November 2016 , dan saya pernah menyampaikan jangan pernah menanam bentangan-bentangan kabel apapun tanpa seijin dulu wilayah, termasuk warga masyarakat sana, dan sangat disesalkan tidak adanya informasi kepada Saya, tahu-tahu kabel sudah ada didalam saluran air tersebut,” Samiarto, Camat Warudoyong menjelaskan kepada kru TFBI.

Apa yang dilakukan dalam setiap pengerjaan haruslah sesuai dengan prosedur dan berkoordinasi dengan wilayah setempat,aparat dan masyarakat sekitar yang akan terkena dampak pembangunan tersebut.

“Saya apresiasi dan sangat berterima kasih kepada Pers khususnya wartawan TFBI yang bersedia mengingatkan kepada pihak terkait dan menjadi sosial kontrol di lapangan, tapi saya kesal saja, kenapa kalo wartawan setelah konfirmasi kepada dinas terkait selalu di dengar,tapi saya yang menyerukan malah tidak di gubris,jadi kenapa lebih takut kepada wartawan ,ini ada apa? “Camat ,Samiarto mengungkapkan kekesalannya kepada kami.

Samiarto pun orang yang telah memberikan masukan agar di Pemda dan di kantor dewan di sediakan tempat khusus bagi wartawan untuk suatu saat bisa Telekonfrens dan beliau sebagai pencetus Infosus juga di kantor dewan.

Pembangunan yang dilakukan untuk kepentingan banyak orang tetapi tidak melaksanakan sesuai prosedur dan ijin dari wilayah akan berdampak kurang baik apabila terjadi hal seperti ini di kemudian hari.

Semoga apa yang di harapkan oleh masyarakat bisa di realisasikan oleh pihak-pihak yang terkait.

Sampai dengan berita ini di muat, kami belum mengkonfirmasi ke pihak PLN dan Tata Kota Sukabumi untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

(Hendra Sofyan)

Tinggalkan Balasan