RSUD Cibinong, Pasien Di Letakan Selasar ruang Instalasi Gawat Darurat

Cibinong, Bogor,TFBI. —

etabloidfbi.com Dua hari pasca musibah lakalantas yang menimpa salah satu penggiat sosial dan anggota Bidang Pendidikan DPC PWRI Kabupaten Bogor Ana Sarma Simangunsong. Rumah Sakit Umum Daerah, (RSUD) Cibinong Kabupaten Bogor masih juga belum menempatkan pasien diruang perawatan dengan alasan kamar tersebut sudah penuh, dikarenakan jumlah pasien yang membludak, Senin 13/2020

Keluarga pasien berharap, dari rumah sakit tersebut bisa mendapatkan perawatan yang lebih baik, karna yang kami lihat sampai saat ini. Dari anak-anak, hingga dewasa dengan keluhan penyakit yang berupa macam ditambah lagi ruangan UGD tidak memadai untuk tampungnya Pasien, Ujar salah satu keluarga pasien yang kami temui dihalaman parkir RSUD.

Adapun pihak rumah sakit sudah berupaya untuk melakukan tindakan prefentif dengan memberikan pelayanan yang terbaok sehingga para pasien bisa cepat tertangani.

Dalam beberapa pasien pun diletakan diselasar ruang Instalasi Gawat Darurat, RSUD Cibinong akibat penuhnya ruang perawatan dirumah sakit ini.

Pantauan etabloidfbi.com dilapangan, memang sebelumnya diketahui bahwa Ana Sarma mengalami lakalantas “tabrak lari dari belakang, yang menyebabkan ia mengalami cidera yang cukup serius diseputar wajah, dada dan lutut sementara pelakunya melarikan diri dan belum diketahui sampai saat ini.

Menurut penuturan korban, musibah kecelakaan ini berawal dari perjalanan Ana yang menggunakan sepeda motor dari rumahnya di Perum Puri Karadenan B2 Kecamatan Cibinong Kabupaten Bogor, yang melintasi Jalan Karadenan, hendak menuju arah Bogor hari Sabtu (8/2020)sekitar pukul 13:30 WIB.

Namun saat memasuki wilayah Jalan Raya Cilebut Desa Pasir Jambu Parakan Kembang RT02/02 Kec. Sukaraja Kab. Bogor,
dari arah belakang muncul pengendara sepeda motor yang diduga anak remaja dengan berboncengan 3 orang dan langsung menabrak Ana hingga jatuh tersungkur.

Sementara pengendara sepeda motor yang kebetulan melintas, meneriaki si pengendara remaja tersebut sehingga membuatnya ketakutan dan langsung tancap gas. Pengendara yang kebetulan melintas inilah yang membantu Ana untuk berdiri dan mengantarkannya ke RSUD Cikaret.

Namun sayangnya, pengendara tersebut tidak meninggalkan identitas karena setelah mengantarkan Ana ke rumah sakit, pengendara itu langsung pergi.

Ketua Bidang Pendidikan Dewan Pengurus Cabang Persatuan Wartawan Republik Indonesia (DPC PWRI) Kabupaten Bogor Ardi Gunara Iskandar, yang tiba beberapa jam setelah Ana mendapatkan perawatan pertama setelah masuk ke ruang Instalasi Gawat Darurat RSUD Cibinong, sangat menyayangkan hal ini.

“Sebuah musibah, yang sudah digariskan oleh Allah SWT, yang bisa menimpa siapa pun, kapan pun, dan dimana pun. Apalagi tugas kita di lapangan. Terkait musibah yang dialami ibu Ana, saya, Ketua dan rekan – rekan DPC PWRI Kabupaten Bogor, akan mengupayakan yang terbaik, semampu daya dan upaya kami untuk proses perawatan Ibu Ana. Namun demikian, saya menghimbau pada rekan-rekan semua agar selalu berhati-hati daam berkendaraan, karena keluarga tercinta selalu menunggu kehadiran kita dirumah”, Ucap Ardi kepada media. (Boegeiss)

Tinggalkan Balasan