Ratusan Massa Aksi Damai LEKEM Kalimantan Dukung Mardani Berjalan Dengan Lancar

 

etabloidfbi.com Kalimantan Selatan.–

Sidang lanjutan perkara gratifikasi pengalihan izin tambang di Kabupaten Tanah Bumbu yang digelar di Pengadilan Tipikor Banjarmasin, Senin (6/6/2022) di derai ratusan massa berbagai elemen masyarakat.

Ratusan massa yang di koordinatori LSM LEKEM Kalimantan tersebut melaksanakan aksi sinpatik dengan membagikan ribuan tangkai bunga kepada masyarakat yang melintas di jalan Pramuka depan kantor Pengadilan Tipikor Banjarmasin.

“Dalam. Aksi ini kita harus tertib dan damai sehingga benar-benar berjalan dengan simpatik, ” teriak orator Aspihani Ideris, Senin (6/6/2022).

Aspihani pun melanjutkan orasinya dengan berteriak, takbir!!!! seraya di sahut ratusan massa “Allahu Akbar”.

Aspihani menyampaikan kepada massa, agar berbaris dengan rapi, “Jangan mengganngu aktivitas perjalan orang lain, kawan-kawan di harapkan dalam membagikan bunga-bunga harus terlihat ceria dan penuh senyum, “Ingat !!! Jangan sampai dengan aksi kita ini terkesan mengintervensi jalannya persiangan.

“Kita yakin, hakim Pengadilan Tipikor bersidang secara profesional. Jangan ada intervensi dari pihak lain. Ingat Kode Etik Hakim itu berperilaku adil, jujur, arif dan bijaksana. Hakim itu harus berintegrigas, bertanggung jawab, menjunjung tinggi harga diri dan berdisiplin tinggi. Anda sangat tau yang dalam menyidang, yang salah tetap salah dan tidak boleh mengembang bertentangan dengan fakta yang sebenarnya,” teriak Aspihani.

Terlihat Aspihani Ideris membentangkan kain putih dan menyerahkan puluhan bilah spedol seraya memerintahkan peserta untuk bertandatangan.

“Yuk siapa yang merasa simpatik dengan seorang laki-laki muda, ganteng dan muda serta saleh, silakan tandatangan bentangan kain putih ini” teriak Aspihani dengan menggunakan megaphone ditangan kanannya, langsung massa berebutan mengambil spedol yang di bagikan.

Terpampang puluhan spanduk bertuliskan “Bersama Mardani H. Maming Bersinergi Membangun Ekonomi Daerah dan Stop !!! Kriminalisasi Tokoh Banua”.

Ketua Kelompok Pemerhati Kinerja Aparatur Pemerintahan dan Parlemen (KPK-APP) Kalimantan Selatan, Aliansyah menerangkan dalam orasinya bahwa kedatangannya bersama ratusan massa dalam rangka memberikan dukungan moral terhadap bapak Mardani H. Maming.

“Alhamdulillah hari ini rakyat Kalimantan Selatan berkumpul menyampaikan aspirasi di depan kantor Pengadilan Tipikor Banjarmasin, dalam rangka untuk mengawal dan mendukung sepenuhnya hukum yang profesional dan berkeadilan,” katanya.

Dalam hal ini Ketua KPK-APP juga menyerukan bahwa rakyat Kalimantan ini cinta damai

“Kita datang ke sini dengan damai, kita juga menyerukan kepada pihak- pihak yang bertikai, berselisih paham agar duduk bareng, kita damai dan kita dorong agar Kalimantan Selatan maju , juga Tokoh- tokoh Banua harus bisa berdamai,” ucapnya lagi.

Kita ketahui bersama bahwa Ibu Kota Negara (IKN) akan ada di Kalimantan Selatan tetapi kalau Tokoh-tokoh nya becakut Pepadaan maka Banua ini akan dikuasai Belanda, ” Seloroh Ali

“Jangan becakut pepadaan, mereka harus memberikan contoh bahwa orang Kalimantan suka damai,” ungkapnya lagi.

“Jadi aksi kali ini tidak membela siapapun, kami murni memberi dukungan kepada pihak Pengadilan Tipikor agar dalam penanganan kasus selalu profesional, pengadilan jangan memihak dan tetap bekerja, jangan sampai mengorbankan orang yang tidak bersalah di jadikan korban,” harap Aliansyah lagi.

Ia juga berharap di Kalimantan Selatan ini jangan sampai ada kriminalisasi hukum.

Jadi kehadiran kami disini terkait masalah kasus yang sedang di sidangkan di Pengadilan Tipikor Banjarmasin, kami berharap Pak Dwi dalam pakta persidangan tidak bersalah silahkan Majelis Hakim yang mulia putuskan tidak bersalah, silahkan bekerja secara profesional, kita tidak mengintimidasi lembaga hukum, tidak mengkriminalisasi lembaga hukum , silahkan mereka bekerja sesuai pungsi dan Kewenangannya. Kalau Fakta-fakta persidangan beliau tidak bersalah kita harapkan majelis hakim yang mulia melihat secara jernih, “katanya lagi.

“Ini adalah dukungan Masyarakat terhadap beliau, yang selama ini Pak Mardani terkesan di sudutkan, beliau terkesan jadi Freming, jadi saksi seolah-olah jadi penjahat, dimana-mana kalau jadi saksi biasa saja, ini jadi saksi arahnya beliau didorong untuk di permasalahkan, ” sesalnya lagi.

“Jadi ini bentuk dukungan masyarakat dengan melakukan aksi pembagian bunga bahwa pak Mardani ini aset Banua , aset Kalimantan Selatan, beliau orang baik, kita akan selamatkan orang-orang baik yang ada di kalimantan Selatan, kita jangan sampai mengorbankan orang baik yang tidak bersalah , demi kepentingan golongan tertentu, mafia hukum harus kita lawan ” Pungkasnya.

Editor : Yahya Heriansyah

Tinggalkan Balasan