Rakyat Inginkan Kedamaian, Dan Ketenangan Kalimantan Selatan Bersholawat Untuk Indonesia

Kalimantan Selatan,TFBI.

Rabu 17 April 2019 merupakan sejarah pemilu serentak berbarengan pemilu legislatif dan pemilu presiden hingga membuat suhu politik memanas, dan munculnya konflik dan protes keras berbagai lapisan masyarakat, hingga berdampak sejumlah pejuang demokrasi gugur disaat melaksanakan aksi unjuk rasa di depan Bawaslu pada Selasa atau malam Rabu, 21, 22 Mei 2019.

“Mengenang 40 hari gugurnya sejumlah pahlawan penuntut demokrasi ini membuat kami sebagai aktivis Kalimantan Selatan menggelar acara dengan tema KALSEL BERSHALAWAT UNTUK INDONESIA bertempat di Panggung terbuka Bakhtiar Sandherta, Taman Budaya Banjarmasin,” ujar Bunda Mona yang merupakan Ketua Pelaksana, Selasa malam (2/7/2019)

Selain itu, Bunda Mona mengatakan, kegiatan KALSEL BERSHOLAWAT UNTUK INDONESIA ini digelar sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas berjalannya pemilu yang damai di Kalsel pada khususnya dan Indonesia pada umumnya.

Wanita energik berumur menjelang sepertiga abad ini menyampaikan, meskipun sempat terjadi perdebatan yang cukup meruncing, namun berkat kebesaran hati dan dewasanya rakyat dalam berdemokrasi sehingga hal-hal yang tidak diinginkan selama proses pemilu berjalan tidak terjadi.

“Dengan bersholawat kita harapkan hati ini kembali sejuk walaupun sempat memanas, semoga kita kembali bersatu pasca pemilu 17 April 2019 lalu,” harap Bunda Mona.

Sekretaris Pelaksana Kalsel bersholawat Untuk Indonesia, H Aspihani bin Ideris Assegaf mengatakan dalam sambutannya, salah satu refleksi dari kecintaan seseorang kepada Baginda Nabi Muhammad SAW adalah membaca shalawat untuknya. Hal ini dipertegas dalam Alquran surah al-Ahzab ayat 56. “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” ujarnya.

Bershalawat artinya, jika datang dari Allah berarti pemberian rahmat, dari malaikat berarti memintakan ampunan, dan jika dari orang-orang mukmin berarti berdo’a supaya diberi rahmat. “Insya Allah kita semua yang berhadir malam ini mendapatkan rahmat dari Allah SWT,” tutur dosen, advokat dan juga tokoh pergerakan aktivis Kalimantan ini.

Dalam sambutannya juga, Aspihani mengucapkan, Puji Syukur kehadirat Allah SWT bangsa Indonesia sudah usai melaksanakan pesta demokrasi, oleh karena itu semoga kegiatan KALSEL BERSHALAWAT UNTUK INDONESIA yang dilaksanakan pada malam ini (2/7/2019) mendapatkan syafaat dari Nabi Muhammad SAW.

Karena menurut Aspihani, membaca Sholawat ini di ajurkan oleh Allah SWT, sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an surat Al Ahzab ayat 56 berbunyi :

اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰٓئِكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ ۗ يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

Yang artinya : “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.”

“Karena dengan beshalawat ini, apalagi yang membaca shalawat dengan orang banyak sehingga terpenuhi sebanyak 4444 kali, Insya Allah dapat menghilangkan kesusahan atau memenuhi hajat kita, agar Indonesia Aman, Damai dan Berkeadilan. Sehingga dengan membaca shalawat ini hati menjadi tenang dan dada menjadi lapang. Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar… !!!, ucap Aspihani.

Selain itupula, menurut Aspihani dalam Hadits, Rasulullah Shallallahu’ Alaihi Wasallam bersabda :

مَنْ صَلَّى عَلَىَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرًا

“Barangsiapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat menerima sepuluh kali.” (HR. Muslim)

Dalam acara KALSEL BERSHALAWAT UNTUK INDONESIA terpantau oleh awak media ini dimeriahkan Pembacaan Syair Maulid Al-Habsyi dari kelompok Bani Ashadi-Banjarmasin.

ambutan oleh Wakil Ketua Panitia Pelaksana, Achmad Thabrani dan Ceramah Agama dan Tahlil serta pembacaan Sholawat disampaikan oleh Ustazd KH. Ahmad Supian di akhiri do’a yang dibacakan oleh Drs. Ahmad Sugian Noor Al Aydrus.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan