Putra Dayak ahli waris tanah adat laporkan. PT kedap sayaaq ke saber pungli jakarta pusat

Jakarta, – TFBI.

Markus mas jaya putra asli suku Dayak sekaligus ahli waris tunggal tanah adat di wilayah sungai penganan kampung keliwai kabupaten Kutai barat,nekad terbang ke Jakarta untuk melaporkan ke gedung kemenkopolhukam saber pungli pusat,karena merasa keadilan diwilayahnya Kutai barat sudah di anggap tumpul ke bawah//


Markus melaporkan PT kedap sayaaq ke saber pungli pusat atas dasar pelanggaran berat yang dilakukan oleh perusahaan tambang batubara(PT kedap sayaaq) yaitu melakukan kegiatan pengeboran atau exploitasi menggarap tanah diwilayah milik MARKUS tanpa adanya pembebasan lahan atau ganti rugi kepada Markus mas jaya sebagai putra asli suku Dayak juga sekaligus ahli waris tunggal pemilik tanah adat hak Ulayat di wilayah sungai penganan Kutai barat//


Tahun 2013 tanggal 27 juli sempat ada perjanjian antara Markus mas jaya dengan PT kedap sayaaq yang isi point’ ke 3 mengatakan PT kedap sayaaq berjanji untuk pembebasan lahan akan diatur kemudian,akan tetapi di tahun 2015 tepatnya tanggal 20 Agustus PT kedap sayaaq menyerobot masuk wilayah tanah adat menambang dan menggusur kebun karet warga juga pondok tanpa adanya kesepakatan terdahulu dalam pembebasan lahan atau ganti rugi//


Markus mas jaya sempat melaporkan tindakan PT kedap sayaaq ke Polresta Kutai barat yang saat itu kasat reskrimnya bernama Triyanto yang menangani laporan 20/08/2015, Markus Mas Jaya menjelaskan kepada media TFBI (tabloid forum Bhayangkara Indonesia) di Jakarta saat ditemui di gedung kemenkopolhukam saber pungli,

Markus Mas Jaya laporkan. PT kedap sayaaq

“Polresta tidak ada respon dengan laporan saya saat itu,malah PT kedap sayaaq balik melaporkan dan mengajak proses pengadilan,saya ikutin kemauan PT kedap sayaaq melalui jalur pengadilan hukum perdata dan Alhamdulillah hasilnya putusan Mahkamah Agung menolak kasasi PT kedap sayaaq dan PT kedap sayaaq kalah dalam pengadilan dengan putusan Mahkamah Agung no.3326/k/Pdt/2016 24 February 2017//

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan