PT. TIRTA DAP DIDUGA BELUM BAYAR UPAH PEKERJA

Bogor, TFBI. 08/7/2019

PT.  Tirta DAP yang sedang melaksanakan pengerjaan Proyek di salah Satu Gedung BNN Lido  yang merupakan proyek Pemerintah diduga mempersulit bayar gaji kepada para pekerja nya.
Pekerja Bangunan yang telah melaksanakan pekerjaan di Proyek Pemerintah dengan nilai proyek Miliaran ini diduga gajinya belum di penuhi oleh PT. Tirta DAP,  sehingga menyebabkan para pekerja ini mengeluh dan merasa di rugikan oleh perusahaaan, sehingga banyak dari mereka yang sudah pulang ke kampung halamanya  bahkan ada yang belum terbayarkan upahnya sampai 4 bulan menurut salah satu pekerja bangunan yang belum terbayar.

Foto tim proyek,Bu Heni bagian keuangan sweater merah


Etabloidfbi. com  segera meminta informasi kepada pihak perusahaan dan mandor yang mengetahui hal ini untuk mengkonfirmasi hal tersebut.  Mandor,  Aboy, yang sudah di hubungi lewat telepon oleh kru mengatakan bahwa itu semua tidak benar, dan gajinya selalu dibayar ,
“selama ini saya selalu dibayar, ketika proyek asrama haji pun sama,  saya dibayar,  saya percaya kok dengan perusahaan ini,  tapi kalo temen-temen saya belum dibayar,  saya kurang tahu, ” jawab Mandor Aboy ketika di konfirmasi lewat telepon.

Video Dilokasi Proyek PT. tirta DAP LIDO Sukabumi


Berbeda pernyataan mandor Aboy kepada Pemimpin Redaksi dari etabloidfbi. com saat mengkonfirmasi ke Mandor Aboy melalui pesan WhatsApp untuk informasi, bahkan sempat Mandor Aboy menanyakan kantor redaksi TFBI,entah maksudnya apa,setelah diberi alamat kantor redaksi,malah mandor aboy tidak dapat menemui  Pimred dengan alasan ada halangan dan mengirim pesan melalui WhatsApp berkata “Maaf sebelum nya pak, Bos saya siap bayar setelah proyek selesai, untuk sementara ini saya mau tungggu dulu sampai proyek ini selesai,  sebentar lagi,”Mandor Aboy, kepada Pimred etabloidfbi. com.


Permasalahan ini juga sedang di sikapi oleh JPKP,  Gunawan,  yang ingin membantu para pekerja ini mendapatkan hak nya,  karena hal ini merupakan proyek pemerintah yang di laksanakan oleh PT.  Tirta DAP sebagai pemenang Tender,  semua hak dan kewajiban para pekerja adalah merupakan tanggung jawab PT. Tirta DAP sebagai Pelaksana Proyek ini.
Dari keterangan yang didapat, di duga PT. Tirta DAP sebagai pelakasana proyek ini belum membayarkan Upah kepada para pekerja nya , Warung – warung yang ada di proyek tersebut pun ikut terimbas karena dengan Upah mereka (pekerja) yang belum di bayarkan.


Upah yang belum dibayarkan ada yang mencapai 25 – 70 Juta Rupiah  dan bahkan Mandor Aboy pun sebenarnya  belum mendapat bayaran juga dari perusahaan sebesar 70 Juta an,  menurut keterangan langsung yang diucapkan oleh mandor Aboy saat dihubungi melalui telepon selulernya.


etabloidfbi. com dalam kesempatan yang sama mendapatkan informasi dari salah seorang pekerja yang sudah dihubungi lewat telepon.  Kevin,  adalah salah seorang pekerja yang ikut terimbas dari proyek ini.


Kevin menjelaskan perihal yang sudah menimpa dia dan teman-temannya yang lain kepada kru “Apa yang terjadi semuanya adalah Upah Gantungan,  Mas,  yang belum dibayarkan sebelum lebaran,  ada sekitar puluhan orang, kalo di rombongan saya sekitar 17 orangan,  termasuk saya,  tapi kalo rombongan lain juga ada, hanya mereka tidak berani aza bilang karena mungkin takut sama perusahaan”, jelasnya.


“Kalo yang bulan ini sudah dibayarkan mas,  tapi Upah gantungan sebelum lebaran yang belum,  kita kan butuh,  kalo ditanyain malah bentak-bentak, marah-marah , alasannya dari boss nya belum ada”, tutur kevin kepada pewarta TFBI (video bisa dilihat di YouTube saat bagian keuangan marah-marah saat ditanyai hak pekerja)

Pekerjaan yang sudah dilakukan oleh para pekerja ini seharusnya segera di selesaikan dan di sikapi,  karena mereka membutuhkan Upah tersebut untuk menghidupi kebutuhan keluarganya, apalagi mereka dari luar Daerah, meninggalkan keluarga demi memenuhi kebutuhan keluarga yang menunggu di kampung halaman.


( Hendra Sofyan)

Tinggalkan Balasan