Proyek Irigasi 3,2 Milyar diduga Retak-retak di Buket Metuah.

etabloidfbi.com Kota Langsa-Aceh.–

Proyek pembangunan jaringan irigasi di Gampong Buket Meutuah bernomor kontrak 07/SP/DAK/PG-PUPR//XIII/2020 dengan pagu Rp 3.264.883.372. 30 yang dikerjakan PT Desa Maju Indonesia yang baru selesai dikerjakan pada bulan Desember 2020 kemarin diduga terkesan asal jadi.

Pasalnya dibeberapa titik terdapat keretakan dinding proyek yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) yang diawasi oleh konsultan CV. Benua Engineering tersebut.

Retakan-retakan yang terdapat di dinding saluran tersebut diduga akibat pihak pelaksana tidak bekerja sesuai spesifikasi teknik sehingga mutu beton berkurang.

“Proyek Irigasi di Gampong Buket Meutuah dan Matang Cengai, Kecamatan Langsa Timur, Kota Langsa, Aceh yang baru satu bulan selesai dikerjakan tersebut kemungkinan tidak akan bertahan lama,” ujar salah seorang petani Gampong Buket Meutuah yang enggan namanya disebutkan saat ditemui etabloidfbi.com di lokasi dekat jaringan irigasi tersebut, Rabu (13/01/2021).

Ia juga menyampaikan, jika pembangunan jaringan irigasi itu dikerjakan asal jadi maka tidak akan bertahan lama sehingga tidak dapat dimanfaatkan masyarakat khususnya para petani.

“Ya mungkin kwalitas mutu beton dinding saluran itu tidak semua dengan spesifikasi teknik, sehingga hasilnya begini pak,” ungkapnya.

Geuchik Buket Meutuah, Yasir saat dikonfirmasi melalui telepon seluler membenarkan adanya keretakan dibeberapa titik saluran irigasi proyek tersebut.

“Memang ada keretakan pada dinding saluran dibeberapa titik. Kontraktor sebelum melaksanakan pekerjaan tersebut memang ada melapor ke saya, tetapi waktu selesai pengerjaannya mereka tidak memberi tahu saya,” kata Yasir.

“Pihak pelaksana sudah melakukan perbaikan, namun keretakan yang ditambal tersebut masih jelas terlihat,” terangnya.

Sementara itu, Rahmad Fauzi, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bidang Pengairan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Langsa saat dikonfirmasi melalui telepon seluler tidak menjawab, pesan singkat (WhatsApp) juga tidak dibalas.

Zubir, Pemilik PT Desa Maju Indonesia yang merupakan pelaksanaan proyek tersebut juga sangat dikonfirmasi melalui telepon seluler tidak menjawab, bahkan pesan WhatsApp hanya dibaca dan tidak dijawab.

Muhammad Anwar

Tinggalkan Balasan