PROMOSI DAYA TARIK WISATA, PEMDA HALUT GELAR FESTIVAL WONDERFUL HALMAHERA UTARA 2019

Dari kiri ke kanan : Kabid wisata bahari Itok Parikesit, Kabid analisis kebijakan J.Adipradana, Bupati Halut Ir. Frans Manery, Prof.Dr. Thamrin Tomagola dan Sekda Halut Freddy Tjandua, S.Pt.M.Si.

Halut, TFBI. —

Dalam meningkatkan sektor pariwisata di Halut, Pemda melakukan terobosan baru dengan mempromosikan daya tarik wisata melalui “Festival Wonderful Halmahera Utara”. Ketua panitia penyelenggara, Freddy Tjandua, S.Pt.M.Si melalui laporannya katakan, kegiatan ini merupakan kelanjutan dari event sebelumnya yang digagas oleh Pemda Halut, terkait mempromosikan berbagai pengembangan destinasi wisata di Halut, sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di kawasan timur Indonesia.

Melalui event ini diharapkan dapat mendatangkan wisatawan mancanegara kurang lebih 500 orang dan wisatawan nusantara kurang lebih 65.000 orang ke Halut. Khusus tahun 2019, merupakan tahun kedua pelaksanaan festival wonderful Halmahera Utara oleh Pemda yang diprakarsai Dinas Pariwisata.
Selain mengutamakan pesona alam, Freddy katakan perlu juga menyiapkan infrastruktur standar. Dengan harapan setelah terselenggaranya event ini, dapat meningkatkan minat wisatawan untuk lama tinggal di Halut. Maksud dan tujuan kegiatan untuk mempromosikan potensi wisata kabupaten halmahera utara sebagai salah satu destinasi unggulan serta mendorong berkembangnya kegiatan pariwisata dengan berbagai dampaknya. Sekaligus mengedepankan kesadaran masyarakat, pemerintah dan stake holder terhadap pentingnya pemeliharaan dan pelestarian budaya serta lingkungan.

Bupati Halut, Ir. Frans Manery pada kesempatan itu katakan, tujuan kegiatan ini untuk mengangkat potensi dan kekayaan alam serta pesona alam Halut yang perlu dilestarikan, dikembangkan dan dilindungi. Sekaligus mempromosikan seni budaya dan keragaman potensi alam Halut yang belum digali secara keseluruhan. Seni budaya lokal sebagai jati diri perlu dikembangkan. Selain itu potensi sumber daya alam sebagai aset daerah maupun bangsa perlu juga dikembangkan dan didayagunakan.

Bupati menambahkan, di era globalisasi ini, seni budaya sudah diminati oleh publik di tingkat nasional maupun internasional. Kesemuanya dapat dimanfaatkan untuk mendorong pengembangan di bidang ekonomi, perdagangan dan industri jasa yang melibatkan para pelaku wisata. Dan diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang bermukim di sekitar objek wisata. Untuk mendorong peningkatan pemasaran dan promosi wisata, kita masih terkendala dengan keterbatasan SDM serta kesadaran masyarakat dalam memelihara sumbet daya alam, terutama sumber daya laut dari berbagai pencemaran sampah. Bupati berharap dalam me ngelola dan meningkatkan pemasaran, Dinas Pariwisata dapat bekerjasama dengan semua elemen masyarakat, tokoh adat, budayawan serta lembaga kementerian terkait. Selain itu Dinas Pariwisata harus mendata dan mendaftarkan serta melindungi karya-karya intelektual yang ada di Halut. Pasalnya hak atas karya intelektual belum didata secara baik. Dengan demikian kita telah menyelamatkan hasil karya intelektual kita dari pengakuan individu, kelompok, daerah serta bangsa dan negara lain, tutupnya.

Sementara Kepala Bidang wisata bahari Kementerian Pariwisata, Itok Perkasik melalui kilas sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Pemda Halut, pasalnya melalui kegiatan ini telah membantu Kementerian Pariwisata terkait promosi. Diharapkan pelaksanaan kegiatan ini dapat dijadikan kalender tetap pariwisata di Kementerian, cetusnya.

Festival dimeriahkan dengan serangkaian kegiatan antara lain,pameran pembangunan dan ekonomi kreatif, lomba perahu hias, lomba seni budaya berupa tarian tide-tide dan cakakele tingkat SD dan SMP, lomba musik yangere tingkat dewasa dan umum, lomba goyang tobelo, lomba triathon ( renang, bersepeda dan lari ), lomba mancing, balap sepeda tingkat SD dan SMP. (Dalen Halut).

Tinggalkan Balasan