POSTINGAN  DI WhatsApp BERUJUNG LAPORAN UU IT

 

etabloidfbi.com Bogor.–

 

Komunikasi Saat ini sebagai kebutuhan pokok dalam kehidupan manusia.
Sejalan dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat, seperti yang telah digaungkan, Revolusi industri, sebagai isu terkini dunia internasional, interaksi sosial sudah lebih mudah dilakukan melalui genggaman tangan, atau yang sekarang disebut sebagai komunikasi elektronik.

Tentunya hal tersebut merubah pola aturan hukum dalam berkomunikasi, khususnya
di Indonesia, perihal komunikasi elektronik pada era ini diatur dalam Undang Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik atau yang lebih dikenal dengan UU ITE.

Guyonan atau candaan yang tidak beradab melalui media Sosial juga bisa berujung pidana, hal itu bisa dikategorikan pelanggaran UU ITE, SMS (Short Massage Service) dan WhatsApp sering digunakan untuk berkomunikasi agar cepat memberikan informasi, namun kalau sudah
menyinggung perasaan orang lain, apalagi perkataan dengan tulisan fitnah yang isi kontennya atau tuduhan yang tidak bisa dibuktikan alias dengan kata kata jeplak hal ini sangat berbahaya, karena sudah masuk ke privasi seseoran dan sudah tentu di Indonesia sudah diatur didalam Undang -Undang ITE itu secara tuntas.

Belum lama ini beredar WhatsApp (WA) pembicaraan didalam group warga dilingkungan warga kota wisata, bilangan komplek elit diwilayah Bogor, dan kami sebagai pencari berita juga
mendapat WhatsApp tersebut, namun sangat disayangkan diduga WhatsApp itu seperti ada unsur balas dendam kepada seorang Jenderal Purn TNI AL ( inisial S ) yang tidak mau disebutkan namanya yang mana dia sudah dituduh mencuri aliran listrik untuk kepentingan pribadinya, dan tuduhan yang bukan main-main kelihatannya, sehingga seolah-olah yang memposting WhatsApp itu sudah
mempunyai cukup bukti saja.

Tanpa melakukan konfirmasi kepada yang bersangkutan dan langsung menyebutkan bahwa  tertuduh telah mencuri listrik, sungguh keterlaluan tuduhan itu, yang anehnya lagi yang menuduh itu ibu ( E ) adalah isteri dari pejabat Lingkungan setempat.

Benar juga apa kata-kata aneh yang berkembang di Masyarakat bahwa “Suami kopral isteri jadi jenderal ” inilah bukti dari isteri pejabat lingkungan saja sudah seperti itu, boleh-boleh saja mengurusi masalah Lingkungan termasuk Listrik
( Penerangan ) dan lain lain, akqn tetapi masih ada bapak pejabat dan aparat lainnya

“ya pada dimana semua itu, kok isteri Pejabat lingkungan yang urusin pasilitas umum tersebut, ini menunjukkan
bahwa kinerja pejabat lingkungan ini sangat bobrok, kalau tidak mampu ya mundur sajalah, berikan pada yang peduli terhadap urusan warga lingkungan itu,” ungkap salah seorang warga yang tidak ingun namanya disebutkan.

Setelah mendengar adanya Whatsapp yang beredar dan merugikan nama baik seseorang maka awak medua berusaha mengkomfirmasi kepada Saudara (S) yang sudah purnawirawan itu, dan dia menyampaikan bahwa ingin tinggal diKota Wisata ini agar hidup tentram dan nyaman dalam mengisi sisa hidup ini dengan beramal  dan ini dibenarkan oleh salah satu  tokoh masyarakat setempat (inisialT) yang juga pengurus yayasan pendidikan ternama dilingkungan Kota Wisata dia mengatakan

“Bapak Jenderal (S) itu sering memberi nafkah kepada anak yatim dan juga
bersedekah secara rutin kepada Pesantren anak yatim itu, aneh juga ya kalau dituduh mencuri aliran listrik untuk kepentingannya, sungguh keterlaluan tuduhan itu, ungkapnya.

Kamipun berusaha mencari sumber informasi terkait kehidupan dari Saudara S kepada salah satu Pengurus Masjid Darussalam inisial (M) yang menyatakan
bahwa Jenderal (S) itu aktif di Masjid Darussalam, bukan hanya sebagai Jemaah Masjid melainkan juga sebagai pengurus Masjid Darussalam,

“ya masak pengurus Masjid mencuri
aliran Listrik, ini tuduhan tidak beradab” katanya kepada awak media

Karena tuduhan ini sudah tidak beradab dan WhatsApp ibu (E) kalau kami tidak salah, bahwa telah beredar dikalangan warga kota wisata bahkan secara nasional (maklum medsos) menyebar kemana-mana sejak tanggal 10 Juli 2021,hal ini sangat mencoreng dan melukai Saudara (S) yang Low Profile itu. Bahkan keluarga beliau juga kerundung malu.

Setelah sekian lama Saudara (S) berusaha menunggui itikad baik keluarga ibu (E) yang suaminya juga Pejabat Lingkungan itu
tidak kunjung datang untuk melakukan penyelesaian secara damai, namun malah seolah olah tidak ada masalah dan membuat olok-olok candaan lagi melalu WhatsApp Group dari Suami
Ibu (E) akan mengundurkan diri dari Pengurus Lingkungan ,inikan sangat tidak beradab candaannya melewati batas toleransi.

“Insyaallah saya akan buat laporan kepihak penegak hukum agar ada efek jera, jangan menuduh sembarang kepada orang walau orang itu dibenci sekalipun, namun kalaupun benci atau tidak suka kepada saya (Jendral S), apa yang dipermasalahkan sehingga tidak suka, kitakan satu lingkungan di claster Florida di Kota wisata semua permasalahan bisa diselesaikan secara baik-baik, karena sudah saya tunggu hampir satu bulan tidak ada niat baik mereka, ya insyaallah senin pagi saya buat laporan,” Kata saudara S disela-sela kesibukannya menjawab WhatsApp kami.

Perbuatan Ibu (E) itu sudah memenuhi unsur Pasal 27 ayat (3) UU ITE yang menyebut ,“ Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik”. Delik tersebut sudah memosisikan
seseorang terancam pidana penjara paling lama6 (enam) tahun dan /atau denda paling banyak
Rp. 1.000.000.000,00 ( satu miliar rupiah ).(Vide Pasal 45 ayat (1) UU ITE) .

Dan masih banyak lagi Pasal di KUHP yang kaitannya dengan Fitnah, Pencemaran Nama Baik dll itulah yang disampaikan Pakar Hukum Dato’ Yudi dalam posisi permasalahan ini. ***

Tinggalkan Balasan