POLRES TOBASA GELAR KONFERENSI PERS UNGKAP KASUS PENGANIAYAAN

Tobasa, TFBI. —

Setelah Satreskrim Polres Tobasa berhasil menangkap 6 tersangka penganiayaan terhadap Doli Faisal Nababan yang terjadi tanggal 04 Februari lalu dari Jln. Bypass desa Tambunan sampai di Bioskop di Jl. Lumban dolok Kec. Balige Kab. Tobasa. Maka Polres Tobasa menggelar jumpa pers pada hari senin (17/02/2020) Di Mapolres Tobasa, di pimpin langsung oleh Kapolres Tobasa AKBP AGUS WALUYO S.IK didampingi Kasat Reskrim Polres Tobasa AKP Nelson J.Sipahutar, Kanit Tipikor Iptu L.Siahaan, Ps.Kanit Pidum Aiptu P.Damanik, Ps Kasiwas Aiptu M.Keliat, Ps Kasi Propam Aiptu A.E Surbakti  dan rekan rekan Insan Pers.

Kepada media Kapolres Tobasa menyampaikan bahwa Press Realese yang digelar itu berdasarkan surat  Laporan Polisi : LP  / 48 / II  / 2020 / SU / TBS  tanggal 07 Pebruari 2020 atas nama pelapor DOLI FAISAL NABABAN.

Disampaikan penganiayaan itu  terjadi Pada hari Rabu tanggal 05 Pebruari 2020 sekira pukul 01.00 wib.
kepada DOLI FAISAL NABABAN (DFN)  dan DFN membuat pengaduan kepada Polres Tobasa pada tanggal 07 Februari 2020.

Adapun identitas tersangka yang berhasil ditangkap adalah KRISTOMI SABUNGAN PARDEDE  (KSP), lahir di Lumban Dolok tanggal 30 Mei 2002 (17 Tahun) , laki – laki, Kristen Protestan, Ikut Orang tua, Indonesia-Batak Toba, Kelas XI SMA Tidak Tamat, alamat : Lumban Dolok Desa Hauma bange Balige Kec. Balige Kab. Tobasa, BAGAS LEO SAPUTRA  (BLS), lahir di Tebing Tinggi tanggal 02 Agustus 1997 (22 Tahun), agama Islam, pekerjaan wiraswasta, Kewarganegaraan Indonesia Suku Cina-Melayu, alamat : Jln. Gereja HKBP Kel. Balige I Kec. Balige Kab. Tobasa, ANTARA RONALDO PARDEDE (ARP), lahir di Jakarta tanggal 29 agustus 1999 (20 Tahun), laki – laki, Kristen Protestan, Mahasiswa, Indonesia-Batak Toba, Kelas XII Tamat, alamat : Huta Bagasan II Kel. Balige II Kec. Balige Kab. Tobasa, AHMAD HANAFI (AH) , lahir di Pematang Siantar tanggal 20 Juli 1993 (26 Tahun), agama Islam, pekerjaan wiraswasta, Kewarganegaraan Indonesia Suku Batak Toba, pendidikan terakhir : lulus SMK, alamat : Jln. Sisingamangaraja No 127 Kel. Balige I Kec. Balige Kab. Tobasa, FRANS P. PUTRA SIPAHUTAR (FPPS), lahir di Balige tanggal 02 April 1994 (25 Tahun), agama Islam, pekerjaan wiraswasta, Kewarganegaraan Indonesia Suku Batak Toba, pendidikan terakhir : lulus SMA, alamat : Jln Pierre Tendean Kel. Pardede Onan Kec. Balige Kab. Tobasa, JOSUA SIHOTANG (JS), lahir di Balige tanggal 06 Maret 1995 (24 tahun), agama Kristen Protestan, pekerjaan wiraswasta, Kewarganegaraan Indonesia Suku Batak Toba, alamat : Jln. Sisingamangaraja Kec. Balige Kab. Tobasa. Dan barang bukti yang di amankan berupa Papan dengan panjang ± 30 cm dan Lebar ±15 cm, tebal ± 2 cm.

Selanjutnya Kapolres Tobasa menyampaikan bahwa para tersangka telah Melanggar Pasal tindak pidana “secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang” sebagaimana dimaksud dalam pasal 170 ayat (1) subs 351 ayat (1) dari KUHPidana. (ancaman pidana 7 tahun

Dari penyidikan yang dilakukan oleh team penyidik Polres Tobasa para bahwa semua Tersangka melakukan penganiayaan karena adanya unsur sakit hati dengan Korban (DFN). “Karena para tersangka menduga sebagai mata-mata (menjadi Kibus) sehingga seorang temannya yang bernama Jovanka manik, ditangkap oleh kepolisian Resot Taput karena membawa narkoba” Ungkap Kapolres.

Kronologis kejadian disampaikan, Pada hari Selasa tanggal 04 Februari 2020 sekira pukul 21.00 Wib. korban (DFN) dan temannya Josua Siregar  datang dari Siborong borong naik mobil angkutan pergi ke porsea untuk menjumpai sdr Edo Napitupulu untuk memesan narkoba jenis sabu-sabu dan setelah sampai di Porsea korban bertemu dgn sdr Edo Napitupulu kemudian sdr Edo Napitupulu menghubungi temannya yang bernama Bambang dan tidak selang berapa lama sdr Bambang datang dan Edo Napitupulu menyuruh korban menyerahkan uangnya kemudian korban menyerahkan uang Rp.600.000 (enam ratus ribu rupiah) Kemudian sdr Edo Napitupulu dan Bambang pergi meninggalkan korban, selanjutnya BAMBANG (F) memberitahukan kepada (FSP) bahwa (DFN) berada diporsea dan disuruh menunggu ditempat tersebut dan setelah menunggu lebih kurang 10 menit sdr Edo kembali menjumpai korban dan mengajak korban menunggu di depan Indomaret SPBU Porsea sekira 3 jam menunggu  pada hari Rabu 05 Februari sekitar pukul 00.30 WIB. Korban dan sdr Josua Siregar dihampiri 1 mobil jenis Mitsubishi Expander putih namun untuk nomor Polisinya korban tidak tau kemudian dari dalam mobil Expander turun Tersangka Anak (KSP), (JS), (ARP) I(AH), (FPPS) dan (BLS) kemudian menarik korban (DFN) dan dimasukkan ke dalam mobil dengan cara korban ditidurkan dibangku tengah sedangkan untuk temannya Josua Siregar tidak ikut dibawa dan korban melihat sudah ada 6 (enam) orang di dalam mobil tsb kemudian mobil berjalan kearah Balige dan dalam perjalanan salah seorang dari para pelaku mengatakan kepada DFN bahwa “Gara gara kaunya tertangkap si Jovanka Manik di Taput dan gara-gara kaunya perputaran Narkoba di Tobasa hancur kemudian ” ucap pelaku kepada korban, sehingga korban dibawa ke jalan Bypass Tambunan dan disana korban DOLI FAISAL NABABAN dipukuli para pelaku/tersangka  dibagian wajah dan badan korban dan kemudian korban dibawa dan diturunkan di Bioskop Antara Balige.

Diuraikan Kapolres Tobasa kembali bahwa Tindakan yang telah dilakukan Personil kepolisian Menerima Laporan, Melakukan cek TKP, Melakukan, penyitaan BB dan Melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, serta Membawa korban ke RSUD Porsea sekaligus permintaan VER
dan Melakukan penangkapan dan Penahanan terhadap TSK di Rutan Polres Tobasa. selanjutnya Polres segera Melengkapi berkas Perkara dan menyampaikan ke JPU beserta tersangka dan barang bukti. (feri)

Tinggalkan Balasan