POLRES LAMPUNG TENGAH PIMPIN RAPAT ANALISA DAN EVALUASI SATUAN GUGUS TUGAS COVID-19

etabloidfbi.com, LAMPUNG TENGAH

Bertempat di Aula Rupatama Sutan Cakra Buana Polres Lampung Tengah, dilaksanakan rapat analisa dan evaluasi satuan gugus tugas Covid-19 Lampung Tengah yang dipimpin Kapolres Lampung Tengah AKBP Popon Ardianto Sunggoro, S.Ik., S.H., Rabu (27/05/2020).

Kegiatan ini di hadiri oleh Dandim 0411 Lampung Tengah Letkol Czi. Buhannudin, SE. M.Si, Bupati Lampung Tengah diwakili oleh Asisten I Sdra. Kusuma Riyadi, Ka BPBD Lampung Tengah Guntur, Kepala Dinas kesehatan Lampung Tengah dr. Otniel Sriwidiatmoko, serta PJU Polres Lampung Tengah, Pabung Lampung Tengah, Anggota BPD serta tenaga kesehatan Lampung Tengah kurang lebih 30 personil yang hadir.


Dalam rapat tersebut, Kapolres menyampaikan, ” Timbul keresahan di masyarakat terkait opini yang berkembang, apakah Rapid Test merupakan alat yang sebenaranya untuk melakukan pengecekan Covid-19, serta Penegasan Penentuan SOP bahwa diagnose pasien posistif dan negatif yang di release,

Mari kita sama-sama Forkopimda serta masyarakat agar lebih aktif dalam upaya pemutusan mata rantai dalam penanganan Covid-19 serta bijak dalam pengunanan media social, sehingga tidak muncul berita Hoaks yang membuat kebingungan di kalangan masyarakat dengan mengoptimalkan keterbukaan informasi publik kepada masyarakat.” Ujar Kapolres.


Ditempat yang sama, Dandim 0411 juga menyampaikan, ” Rencana kedepan yang akan di laksanakan New Normal, kegiatan pemulihan Covid-19 akan di optimalkan oleh pemerintah daerah untuk leading sectornya adalah dinas kesehatan, sementara TNI dan Polri melaksanaan sesuai dengan Tupoksi penegakan disiplin “ Siaga Penegakan Protokol Kesehatan “ ditambah 1 bulan pelaksaan kegiatan 1 Juni s.d 31 Juni 2020 secara serentak. “

Selama pelaksanaan siaga penegakan protokol kesehatan di seluruh masyarakat baik pertokoan wajib mematuhi protokol kesehatan seperti tempat Cuci Tangan, Physical Distancing sesuai Protokol Kesehatan covid-19.” Lanjut Dandim


Dalam acara tersebut, dr. Otniel Sriwidiatmoko dari dinas kesehatan menjelaskan tentang Penentuan positif kepada seseorang pasien dan Negatif melalui rapid test bukan golongan standar untuk menentukan penyakit Covid-19, yang menentukan adalah hasil swap, akan tetapi terjadi kelemahan dalam hasil swap, karna lamanya hasil diagnosa standar swab dengan memakan waktu mencapai 1 sampai 2 minggu, serta penentuan alat yang di tunjuk oleh Kemenkes RI, “

Lebih lanjut dr. Otniel Sriwidiatmok menjelaskan karna keterbatasan alat labotorium sehingga penentuan hasil tidak bisa cepat dikarenakan alat yang dimiliki oleh Kabupaten terbatas, tidak secara cepat dalam menentukan hasilnya, dengan kendala kondisi Laboratorium yang hanya di miliki di Provinsi dan terkadang melakukan penentuan hasil di Lab Jakarta atau Palembang, Alat yang digunakan Screening awal yang dimiliki oleh Dinas Kesehatan adalah rapid test dengan anti Bodi.


Untuk pasien yang meninggal dengan historis maupun riwayat ODP dan PDP akan dimakamkan memberlakukan SOP pemakaman Covid-19 dan untuk pengadaan pembelian alat rapid anti gen akan dilakukan oleh Dinas Kesehatan secara Langsung.” Lanjutnya.


Dalam kesimpulan rapat, Asisten I, Kusuma Riyadi menyampaikan, akan mengupayakan pengadaan rapid gen dan apakah diperoleh dengan mudah atau susah dengan keakurasinya bisa mencapai 80 %, pembelian “PCR” dengan cepat membuat pengadaan dan selanjutnya di ajukan ke pemerintah daerah.

Juga dalam pendistribusian biaya untuk tim pemakaman yang sesuai protokol pemakaman, serta untuk TNI –Polri akan mengadakan operasi agar gugus tugas dengan cepat membuat aksi dan reaksi sesuai kebutuhan Anggaran Covid-19 yang dibutuhkan dalam penanganannya. (team)

Tinggalkan Balasan