Penyakit Demam Berdarah (DBD) semakin mewabah di Halmahera Utara.

Halmahera Utara, TFBI.

Awalnya penyakit yang mewabah di Halut adalah malaria. Namun sejak 2018 hingga Mei 2019 ini, penyakit yang sangat mewabah adalah demam berdarah (DBD). Tercatat di wilayah kerja Puskesmas Tobelo yang meliputi 10 desa, mulai dari desa Wari Ino sampai ke desa Rawajaya, kasus penyakit demam berdarah meningkat menjadi 283 kasus dan penderita yang meninggal dunia sebanyak 5 orang.

Pencegahan Demam Berdarah Dengan Melakukan Pogging atau Penyemprotan

Kepala Puskesmas Tobelo, dr. Justin Tuhuteru kepada media ini menjelaskan, untuk mengantisipasi semakin mewabahnya penyakit menular ini, pihaknya sudah berupaya melakukan beberapa tindakan preventif seperti, fogging, penyuluhan terkait DBD kepada siswa SD sampai ke tingkat SMA di Halut. Selain itu pihaknya juga melakukan penyuluhan-penyuluhan di berbagai tempat serta menyampaikan himbauan yang dibacakan di gereja-gereja maupun mesjid.

Dr. Justin berharap dengan dilakukan tindakan preventif, serta himbauan-himbauan, dengan demikian masyarakat akan lebih waspada untuk mengurangi pakaian yang digantung di dalam rumah. Selanjutnya menguras air di bak mandi dan tempat genangan air, serta selalu memperhatikan kebersihan di dalam maupun di pekarangan rumah. Pasalnya nyamuk aedes aegypt gemar berkembang biak di air yang bersih sementara nyamuk anopheles gemar berkembang biak di air yang kotor. Masyarakat harus waspada karena gigitan nyamuk aedes aegypt ini tidak terasa gatal di kulit. Dan gejalah-gejalah penderita yang terserang DBD yakni terdapat bercak-bercak merah pada tubuh disertai demam tinggi dan berkeringat dingin, tandas dr. Justin.

(Dalen Halmahera)

Tinggalkan Balasan