Pengusaha Dok di Bagansiapiapi Setor 60 Juta Untuk Pencatut Nama Kapolda Riau Terungkap.

Rohil Riau -TFBI

12 pengusaha kalangan kapal (dok) Di Bagansiapiapi mengalami kerugian sebesar 60 juta rupiah karena salah menyetor uang keamanan.
Terungkap saat pembacaan dakwaan dari jaksa penuntut umum Marulitua Sitanggang SH, Senin(18/03/2019) sekira pukul 15.30 Wib.
Diduga mengetahui 12 pengusaha dok Di Bagansiapiapi tidak mengantongi dokumen resmi terkait bahan baku pembuatan kapal, Gustalim alias Akiong dan Surip alias Acin melakukan tindak pidana pencatutan nama Kapolda Riau, dengan dalil meminta dana pengamanan.

Kedua terdakwa saat ini telah menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Rohil, dengan di dakwa melakukan tindak pidana pasal 378 KUHP pidana Jo pasal 55 ayat 1 ke (1) mengatasnamakan Kapolda Riau.

Pantauan dalam ruang sidang yang diketuai oleh Faisal SH MH dan dua anggotanya Sondra Murti SH dan Boy Jefri Sembiring SH, kedua terdakwa ini disidangkan secara terpisah, namun Penuntut Umum membuat dakwaan keduanya dalam berkas yang berbeda.

Gustalim alias Akiong dalam sidang terungkap berkerja di PT. Diamond Timber didampingi satu orang Kuasa Hukumnya, sedangkan Surip alias Acin terlihat didampingi oleh tiga orang Kuasa Hukum.

Usai dakwaan kedua terdakwa dibacakan secara bergantian oleh JPU Marulitua Sitanggang SH, tidak seperti biasanya dalam sidang, Kuasa Hukum dari kedua terdakwa tidak mengajukan pembelaan baik tertulis maupun lisan kepada majelis hakim atas dakwaan JPU terhadap kliennya.

Kapal Dok

Setelah berbicara dengan kliennya Kuasa hukum masing-masing terdakwa mengatakan “kami tidak mengajukan pembelaan terhadap Klien kami yang mulia, kami minta dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi saja. ” Ujar kedua pengacara terdakwa kepada majelis hakim.

Atas jawaban itu ketua majelis hakim selanjutnya menutup sidang dan mengatakan ” Sidang akan dilanjutkan satu minggu depan dalam waktu yang sama.” Ujar Faisal sambil mengetuk palu tiga kali.

(Muchlis)

Tinggalkan Balasan