Penanganan Kasus tindak kejahatan di wilayah Hukum Polsek Parapat kerap mandek, Warga dan wisatawan Resah

 

etabloidfbi.com – Simalungun.

Berbagai laporan kasus tindak kejahatan yang telah sampai di SPKT Polsek Parapat seperti  curanmor dan pemalakan berkedok parkir liar di kota wisata Parapat menjadi sorotan warga bahkan tak sedikit mencibir pihak pelaku kejahatan dan juga pihak penegak hukum di wilayah Polsek Parapat.

Pasalnya Warga Parapat bahkan tamu yang berwisata dan yang melewati wilayah Kecamatan Girsang Sipangan Bolon Kab. Simalungun mulai resah dengan maraknya aksi pencurian sepeda motor (Curanmor) dan aksi premanisme/pemalakan berkedok parkir liar, seperti yang sempat viral di media sosial terhadap supir bus dan taxi diwilayah hukum Polsek Parapat, sampai saat ini belum mendapatkan titik terang.

Seperti halnya laporan kasus Aksi kejahatan dan arogansi yang di duga preman kampung pernah terjadi di depan pantai bebas parapat beberapa bulan yang lalu, dimana supir taksi mengalami penganiayaan dan pemalakan tapi setelah dilaporkan ke Polsek Parapat, pihak kepolisian terkesan takut dan tutup mata sehingga kasusnya mandek dan tidak di proses.

Selanjutnya masih hangat di pemberitaan media online viralnya video pemalakan terhadap sopir truck/bus di depan hotel pelangi yang sampai saat ini belum ditanggapi oleh pihak kepolisian, dan juga aksi pencurian sepeda motor yang sering terjadi di wilayah hukum Polsek
Parapat dan sudah dilaporkan ke Poksek setempat pada Minggu (21/3-2021) akan tetapi belum dapat diungkap oleh Kepolisian.

Mirisnya, para pelaku premanisme masih terlihat melenggang atau bebas berkeliaran melakukan aksi pungutan liar (pungli)  diseputar Pantai Bebas Kecamatan Girsang Simpangan Bolon(Girsip), Kabupaten Simalungun.

Menanggapi aksi premanisme melakukan pemalakan dan Curanmor,  seorang tokoh masyarakat Parapat MM (45) menyesalkan dan meminta pihak kepolisian segera menangkap para pelaku.

“Ini daerah pariwisata,  dan tidak pantas kelakuan brutal apalagi pemalakan serta pencurian terjadi di sini,  jelas aksi seperti itu meresahkan kita warga, oleh karena itu, kita minta pihak Kepolisian segera mengungkap segala kegiatan para premanisme dan curanmor tersebut demi kenyamanan masyarakat Parapat,” pinta tokoh masyarakat Parapat ini.

Kapolsek Parapat Iptu Hosea Ginting Ketika dikonfirmasi oleh wartawan terkait pemalakan dan Curanmor tersebut, hanya mengatakan Langsung ke Polsek jumpai kanit,” tulis Kapolsek membalas pesan yang dikirimkan wartawan melalui whatsapp.

Kanit Reskrim Polsek Parapat, IPDA R Simbolon saat dihubungi melalui sambungan selulernya mengatakan, bahwa kami dan Tim Jahtanras Polres Simalungun sudah melakukan pencarian pelaku pemalakan tersebut di berbagai lokasi, Namum belum ketemu mohon bersabar,” katanya. (Feri)

Tinggalkan Balasan