Pembangunan Sanitasi Air Mangkrak, LSM Geram: Sudah Di Laporkan Ke Polres Metro Tangerang Kota

etabloidfbi.com Kota tangerang.–

Kordinator LSM GERAM Banten Indonesia Wilayah Kota Tangerang, “Romo” melaporkan perihal dugaan “keras,” adanya pelanggaran yang merugikan anggaran negara, terkait pembangunan sanitasi air bersih program KOTAKU, yang sumber dana nya dianggar kan dari Kementrian Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat, yang berada di Rt02/Rw04 Kelurahan Karang anyar, kecamatan Neglasari Kota Tangerang-Baten, ke Polres Metro Tangerang Kota.(04/05/2020)

Menurut nya,” daerah
Kota tangerang tidak pernah kekurangan air bersih, namun terkesan dipaksakan dibangunnya sanitasi air bersih. bertepatan adanya progam bantuan dari kementrian PUPR, Pembangunan Sanitasi Air Bersih Progam kota tanpa kumuh(Kotaku).

Kata dia,” “Kami LSM GERAM Banten Indonesia, sebagai kontrol sosial dimasyarakat sangat senang dengan adanya bantuan sanitasi air tersebut namun sangat disayangkan dari fakta yang ada dilapangan, berkat informasi beberapa warga bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan dari awal tahun 2019 namun hingga saat ini kegiatan tersebut tidak terselesaikan dan terbengkalai alias mangkrak,” ujar Romo

“Dan kami menduga keras kegiatannya sarat dengan pelanggaran yang merugikan masyarakat dan negara
Maka dari itu kami LSM GERAM Banten Indonesia, membuat pengaduan dan pelaporan terkait hal tersebut ke pihak Polres Metro Tangerang Kota, tambahnya.

Lebih jauh “Romo,” menyampaikan, Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat (BPM) Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) 2019, tersebut dibangun tidak sampai selesai alias mangkrak dan itupun waktu mulai pengerjaannya tanpa adanya sosialisasi dan pengarahan kelingkungan oleh Badan Keswadayaan Masyarakat
(BKM) guna membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya air bersih, sanitasi yang baik dan benar secara teknis, serta bagaimana pemeliharaannya.

Saat di konfirmasi terhadap Lurah Karang anyar, “Safi’i, juga enggan berkomentar terkait adanya laporan Lembaga Masyarakat mengenai pembuatan Sanitasi air yang mangkrak diwilayah nya. Lebih gamblang, “lurah” menjelaskan supaya menemui BKM di wilayah. “Temuin ajah, BKM nya,” ujar lurah.

Namun hingga berita ini di muat, pihak BKM yang di sebut sebut oleh lurah, belum bisa di konfirmasi untuk di mintai keterangan terkait pembangunan sanitasi air yang masih mangkrak tersebut.

(Sabar Manahan)

Tinggalkan Balasan