Pelampung & Life Jakcet penumpang hanya hiasan dalam kapal di Danau Toba

Sumatera Utara, TFBI.

Para penumpang kapal motor di beberapa kapal penyeberangan di danau Toba mulai lupa dan tidak memakai alat keselamatan standard kalau berlayar,dan hanya sebagai pajangan semata di dalam kapal, terbukti masih banyak penumpang kapal masih belum memakai life jacket untuk berlayar. Perjalanan menempuh 30 menit lebih dari Parapat ke Samosir dan juga sebaliknya,  saat awak media melakukan ricek dan naik keatas kapal tujuan Samosir 7/7/2019 tak satupun penumpang memakai pelampung termasuk di KM Spido jurusan Tigaraja – Tuktuk, KM Carolina Jurusan Tuktuk – Tigaraja,dan juga kapal kapal lainnya di sekitar kawasan Parapat Ajibata.


Sesuai pengakuan kenek KM Spido bahwa pelampung memang ada dan disimpan dekat lemari nakhoda kapal tapi hanya diberikan kepada tamu yang rombongan saja sedangkan untuk perorangan tidak perlu dibagikan hanya kalau diminta penumpang saja ,tutur kenek KM Spido ini.
Lain hal nya penuturan dari Pak Nanda tamu yang naik di KM Spido yang berasal dari Padang tujuan Tuk Tuk mengatakan ; saya kira bahwa life jacket langsung di berikan saat sudah duduk di kursi kapal namun sampai saat ini belum ada yang tawarin dari pihak kapal kepada saya, seiring dengan itu juga pengawasan dari petugas Dishub belum ada nampak salah seorang pun petugas yang berjaga dekat pengisian manifest penumpang di pelabuhan Kelurahan Tigaraja,Girsang Sipangan Bolon,Kab.Simalungun, Sumut.

Apalagi untuk menghimbau pemakaian life jacket tidak ada saya lihat sejak sampai dipelabuhan,tutur Pak Nanda.


Senada dengan penumpang rutin lainnya di kapal Tigaraja – Tuk Tuk, Memang tiap hari saya lihat sudah mulai kendor sekarang kesadaran penumpang memakai jaket pelampung karena tidak ada lagi paksaan dari pihak kapal atau pengawasan pihak petugas dishub semakin lalai dan malas menghimbau petugas kapal dan penumpang untuk memakainya,dan penumpang pun mengabaikannya lagi, kita berharap baik pihak terkait dan penumpang harus lebih sadar akan keselamatan dirinya jangan sampai terulang kejadian seperti KM Sinar Bangun 1 tahun yang lalu yang tenggelam dan tak ada satupun penumpang memakai pelampung / life jacket sehingga memakan korban jiwa,memang kita bukan meminta terulang lagi tapi harus kita tetap waspada menjaga keselamatan kita,tutur Boru Siallagan warga Tuktuk ini.


Sejak berberapa hari terakhir ini petugas Dishub dari Simalungun & PolAirud tidak terlihat berjaga di Pos masing masing untuk memberi pengawasan kepada masyarakat yang berlayar,semua sudah pada tidur, tandas salah seorang petugas pantai Tigaraja yang tak mau disebut namanya.


Pelabuhan Tigaraja merupakan pelabuhan terpadat di Girsang Sipanganbolon untuk melayani rute Parapat Tuktuk yang pada umunya masyarakat setempat dan Tamu tamu yang hendak berkunjung ke Pulau Samosir.


(Feri)

Tinggalkan Balasan