PEKERJAAN PT.CAWANG ARTHA SENTOSA DI SEI TANDAI DIDUGA MILIK OKNUM DEWAN DAN BANYAK HAL YANG PATUT DIPERTANYAKAN

 

etabloidfbi.com KERINCI,JAMBI.–

 

Kegiatan kontruksi pada pekerjaan Rehabilitas Jaringan irigasi di Sei Tandai kecamatan Gunung Tujuh Kabupaten Kerinci dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat(PUPR) TA 2020/2021 dengan pagu dana Rp.2.841.928.000.00 diinformasikan ada kejanggalan dalam pelaksanaanya.

Hal ini di rangkum dari beberapa sumber yang mnegatakan kepada awak media ini termasuk dari pekerja di lokasi tersebut yang sempat di komfirmasi oleh media ini beberapa waktu yang lalu.

Adapun beberapa kejanggalan yang di sampaikan kepada awak media ini diantaranya pekerjaan proyek tersebut tidak memasang papan informasi kegiatan dan proyek tersebut diduga milik salah satu anggota DPRD Kabupaten Kerinci (YN)sebagaimana diketahui adanya larangan ataupun aturan tentang larangan anggota Dewan bemain proyek,sebagaimana pula yang kami kutip dari hasil komfirmasi dengan pekerja di lapangan yang menyatakanke media ini ” ya….ini milik pak Rere alias (YN) dan itu mobilnya di sana dibawa sama anaknya Rere,”tandasnya.

Hal lain yang terasa janggal disitu adalah,menurut informasi yang kami dapat pekerjaan itu adalah pembuatan jaringan irigasi baru dan pekerjaan pengerasan Jalan dengan material yang dudatangkan,menurut salah satu sumber yang tak mau namanya di tulis di berita ini,namun Judul yang terpampang di LPSE Rehabilitas Jaringan irigasi sedangkan yang namanya rehab sebagaimana yang di ketahui pekerjaanya adalah memperbaiki yang sudah ada sebelumnya akan tetapi jaringan irigasi ini baru pertama kali dibuatkan di lokasi itu.

Dan kejanggalan lainya diduga terjadi pada bahan materialnya yang mana informasi yang kami dapatkan mengatakan bahwa material pengerasan untuk jalan itu adalah menggunakan material yang di datangkan akan tetapi saat awak media ini melakukan investigasi dilapangan material yang di gunakan adalah menggunakan material yang di dapatkan dari perbukitan di sisi jalan atau material setempat,hal ini jelas bertolak belakang dengan informasi yang didapatkan.
“Pak rere kemaren keatas dengan orang PU dan menyuruh menggunakan material yang dapat di ambil dari bukit di sisi jalan ini,ungkap salah satu pekerjanya yang sempat kami temui di lapangan.

untuk mengetahui kebenaran dan kejelasan dari hal itu awak media ini akan melakukan komfirmasi lebih lanjut ke pihak dinas agar tidak terjadi kesimpang siuran dalam pemberitaan yang akan menjadi bahan kosumsi masyarakat***.

Tinggalkan Balasan