Pekerjaan Peningkatan Jalan Desa wungguloko Diduga Mark Up Anggaran

Koltim – etabloidfbi.com

Program Dana Desa yang diglontorkan oleh pemerintah tujuannya adalah untuk memacu percepatan pembangunan pada setiap desa dan mengedepankan kesejahtraan masyarakat di bidang pemberdayaan.

Dana Desa bukanlah sarana untuk mencari kesempatan guna untuk mengeruk keuntungan yang lebih besar dari setiap item pekerjaan yang dilakukan.

Namun lain halnya seperti yang terjadi di Desa Wungguloko kecamatan Ladongi kabupaten koltim, pada tahun anggaran 2018 yang pada saat itu dipimpin ole Plt Ridwan Nasir, anggaran Dana desa justru di duga dijadikan lahan untuk mencari keuntungan yang lebih besar seperti yang terbukti dalam item pekerjaan peningkatan jalan Desa yang berada didesa wungguloko kec. Ladong.

Dari salah seorang tokoh masyarakat desa wungguloko yang berinisial SM yang dihubungi melalui telpon seluler (1/03/2018) kepada media FBI mengatakan bawha, ” Pekerjaan peningkatan jalan yang berada didesa wungguloko sepertinya ada yang tidak beres, yakni, dalam hal penganggarannya, mana mungkin pekerjaan yang hanya ±800 meter, anggarannya sudah sampai Rp 120 juta itupun volume pekerjaanya sudah dikurangi ±100 meter.” Ungkap SM melalui seluler.
Lebih lanjut SM mengatakan bahwa, “biaya oprasional TPK yang 3% dari anggaran juga tidak diberikan semuanya kepada TPK, yang diberikan hanya Rp1jt, Pada saat itu kebetulan saya dilibatkan dalam pengawasan jadi semua penggunaan matrial timbunan semuanya saya tau persis yakni jumlah timbunan yang terpakai hanya ±220 rid dengan harga per ridnya Rp 120.000 berarti total harga timbunan hanya Rp 26.400.000 ditambah dengan pemakaian alat berat dan mobilisasi 3 unit Rp 24.000.000 berarti total penggunaan anggaran hanya Rp 51.400.000 dari dana yang telah dianggarkan Rp 120.000.000.” Jelasnya.

Ketua TPK Sukri yang dikonfirmasi melalui telpon seluler terkait dengan biaya oprasional membenarkan hal tersebut, “iya pak memang benar, dana yang diberikan sama saya sebagai ketua TPK hanya Rp 1 juta.” Ungkapnya

Setelah dikonfirmasi kepada media ini Plt Ridwan Nasir mengatakan bahawa, ” Terkait dengan pembuatan Rencana anggaran Biaya saya tidak mengetahui pasti karna ada teknis pendamping desa yang mendesain, ” ungkapnya (Arto Palay)

Tinggalkan Balasan