PASIEN Ny DAHLIAH YANG MENGHEMBUSKAN NAPAS TERAKHIR DI RSUD CIBINONG, HUMAS MENANGGAPI HAL INI.

etabloidfbi.com Cibinong, Bogor.-

Sebanyak, atau kurang lebih lima belas {15} orang awak Media yang tergabung dalam organisasi PWRI Kabupaten Bogor mendatangi Rumah Sakit Umum Daerah {RSUD} Cibinong untuk mengklarifikasi terkait masalah Pasien kurang mampu yang tutup usia, kamis 28/05/2020.

Dalam hal ini, para Awak Media yang tergabung dalam anggota Persatuan Wartawan Republik Indonesia {PWRI} diterima langsung oleh pihak RSUD Cibinong, Bogor yang diwakilkan Miftah dan GG selaku humas Rumah Sakit Umum Daerah {RSUD} dan menjelaskan kronologis yang sebenarnya terkait dengan penahanan pasien dan biaya 75 persen yang harus dicicil atau ditaguhkan itu benar.

Sempat diberitaan kemarin, rabu {27/05} yang dimuat oleh salah satu media online viral. Adapun yang dikatakan Miftah kepada awak media, itu semuanya tidak benar dan tidak mengkroscek kembali kejadian ini kepada kami/tidak usah ditayangkan,” jelas humas tersebut.

Pasien yang meningal kemaren Ibu Dahliah {49}kami pun sebagai pihak rumah sakit sudah memberikan kebijakan yang sesuai dengan kemampuannya. Dikarenakan pasien memakai Badan Penyelenggara Jaminan Sosial {BPJS} mandiri, jalas Miftah selaku Humas RSUD Cibinong Bogor.

Kami pun juga sudah jelaskan kepada pihak keluarga pasien, pihak dari rumah sakit tidak pernah menahan yang mau pulang silakan saja, Miftah menyebutkan bahwa dalam pemberitaan kemarin, rabu {27/05}.

Bahwa tidak benar pihak kami rumah sakit meminta dilunasi biaya yang 75 persen atau sepenuhnya kepada keluarga, suami dari Ibu Dahliah {49},, itu tidak benar,, ” kata Miftah. Adapun sempat perkataan yang keluar dari pembicaraan dengan Rekan-rekan media. Humas RSUD, Miftah, tetapi bisa dicicil sebagian dari {75} persen tersebut, kata Miftah.

Kami perlu sampai kan ke pada teman-teman media, bahwa biaya perawatan yang 75 persen itu digratiskan dan tidak ada biaya yang dibebankan oleh pihak keluarga, namun 300 ribu yang di minta pihak rumah sakit memang benar dan harus karna sudah tercantum dalam perpu daerah untuk biaya transpotasi ambulance,” tutup Miftah dan GG sebagai Human RSUD Cibinong.

Jurnalis etabloidfbi.com mencoba klarifikasi melalui pesan WhatsApp singkat kepada salah satu management RSUD Cibinong, dr Uci dalam hal pemberitaan Ny Dahliah, didalam pesan singkat WhatsApp dr Uci menyebutkan bahwa, ” Saya menanggapi berita ini ya Pak, sebenarnya, begitu banyak pasien yang memang kita bebaskan biayanya karena tidak mampu,
Terkait Ny Dahlia ini pun sebenarnya sedang dalam proses untuk dilaporkan kepada petugas, pada atasannya sebagai pengambil keputusan/kebijakan,”
tuturnya. {Boegeiss}

Tinggalkan Balasan