NELAYAN TEWAS DI LAUT UJUNG GENTENG SUKABUMI

TFBI, 29/06/2019 Sukabumi

Kecelakaan laut di perairan Ujung Genteng, Kabupaten Sukabumi, Info dari petugas Sat Pol Airud Polres Sukabumi, Brigadir Ade kepada etabloidfbi.com lewat pesan whats App nya, tadi siang, 29/06/2019.


Brigadir Ade kepada etabloidfbi.com menjelaskan mengenai penemuan mayat di pantai Ujung Genteng, dan saat ini sudah di evakuasi.

“Telah ditemukan sesosok mayat di pantai Ujung Genteng , akibat kecelakaan laut, dan satu unit perahu nelayan yang dipergunakan korban,” ujar Brigadir Ade.

Jasad Almarhum Teguh (60)

Korban yang saat itu bersama temannya pergi melaut untuk mencari ikan, Mereka Berangkat menuju perairan Ujung Genteng, selama tiga hari tiga malam, dengan menaiki Kapal KM Harum 3, milik Baden, beralamat di kp. rawakalong kel/kec. pelabuhan ratu. namun nasib naas menimpa perahu mereka, pada kurang lebih pukul 01.00 dini hari, 29/06.

Kerusakan pada mesin yang menyebabkan mesin mati dan membuat mereka pun terombang ambing di perairan Ujung Genteng yg kurang lebih berjarak 150 m dari garis pantai, yang pada saat itu cuaca/angin kencang mencapai 30 knots, yg menyebabkan ombak cukup tinggi.

Mereka melakukan tindakan melempar jangkar,tapi upaya mereka gagal perahu pun terhempas dan terbalik ,kedua nelayan tersebut terjun ke perairan, salah satu dari mereka Darwis (34) berhasil muncul ke permukaan, sementara Teguh(60) tidak terlihat muncul oleh rekannya “, jelas, brigadir ade, menjelaskan kronologi kejadiannya.

Pada pukul 09.30 salah satu masyarakat menemukan mayat ditepi pantai Cirangkop, mayat tersebut merupakan salah satu korban perahu terbalik atas nama Teguh(60).

Jenazah dimandikan dan disemayamkan di Mesjid Ujung Genteng oleh masyarakat dan tokoh agama setempat serta aparat berwenang terkait sambil menunggu penjemputan oleh fihak keluarga.

Cuaca yang tidak bersahabat, angin kencang dan menurut perkiraan BMKG, sampai dengan tanggal 7 Juli, diperkirakan cuaca extrim, namun sebagian dari masyarakat atau nelayan pada umumnya terkadang tidak mengindahkan hal itu, yang sudah di himbau oleh pihak terkait, sehingga berdampak akan merugikan mereka dan beresiko tinggi.

Karena kebutuhan dan untuk menafkahi keluarganya mereka ( nelayan) terpaksa harus melaut dan bertaruh dengan ganasnya alam untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya , sungguh mulia, semoga
Allah SWT memberikan tempat yang layak dan memberikan hidayah Nya bagi kita semua. Amin.

Sampai berita ini di turunkan, etabloidfbi.com belum dapat menghubungi keluarga korban kecelakaan Laut tersebut.

( Hendra Sofyan)

Tinggalkan Balasan