Nasir Djamil Duek Pakat ORMAS dan OKP untuk Kota Langsa Madani

 

etabloidfbi.com, Langsa-Aceh.

Anggota DPR RI Fraksi PKS, Muhammad Nasir Djamil, SH menggugah Organisasi Masyarakat (Ormas) maupun Organisasi Kepemudaan (OKP) lewat Duek Pakat Ormas mewujudkan Langsa Kota Madani, di Merdeka Rock Cafe Langsa, Rabu (24/02/2021).

Dalam Duek Pakat Ormas yang dipandu oleh Kabid Ketahanan Ekonomi Sosbud Ormas Kesbangpol Kota Langsa, Sri Verawati, SH., yang dihadiri oleh Kepala Kesbangpol Kota Langsa, H. Agussalim, SH., MH., Ketua BAPERA Kota Langsa, Saifullah dan seluruh Ketua Ormas maupun OKP.

Nasir Djamil dalam paparannya menyampaikan bahwa Duek pakat seperti ini merupakan warisan indatu yang harus dilestarikan, Duek pakat merupakan ajang pemersatu persepsi demi kemajuan baik organisasinya maupun daerah tempat domisili organisasi tersebut. Duek Pakat ini seyogianya meransang timbulnya ide- ide kreatif dan inovatif demi membangkitkan ormas dan OKP yang ada di Kota Langsa.

“Kita harap keberadaan ORMAS dan OKP menjadi wadah perpanjangan tangan masyarakat atau fasilitator yang bisa dan mampu menjembatani apapun dengan profesi dan misi visi masing – masing lembaga tersebut, sehingga keberadaan ORMAS dan OKP sangat bermanfaat baik untuk masyarakat maupun untuk Pemerintah, demi kemajuan Daerah dan Bangsa ini”, ungkap Nasir Jamil.
Ucapan terimakasih dan apresiasi terhadap Kesbangpol yang telah melaksanakan acara ini, begitu juga atas kehadiran rekan- rekan dari Ormas dan OKP dengan jumlah yang luar biasa, kata Nasir Djamil.

Pemerintah harus memfasilitasi ORMAS dan OKP supaya negara dan daerah ini tidak kering, nuansa akan lebih hijau bersama Ormas dan OKP, kias Nasir djamil.

Ormas itu sebenarnya berangkat dari naluri untuk berkumpul dan bersatu dalam satu wadah, naluri ini sama dengan dimiliki mahluk empat kaki itu, bergerombolan dengan masing – masing komunitas dan ras, selanjutnya berjalan dengan berinteraksi satu ras dengan ras lainnya, melaksanakan tujuan sesui ras masing- masing, begitu juga dengan perhimpunan ini.

Nasir Djamil merupakan sosok putra asli aceh itu juga menganalogikan ormas ini seperti kumpulan seperti Gajah, Zebra serta lainnya, jadi kalau ada orang yang tidak mau berkumpul berarti tidak ada naluri lagi, imbuhnya

Sambungnya, membiasakan diri di ormas menyalurkan aspirasinya, biasanya ormas mempunyai fungsi menjembatani oleh karena itu jembatan itu harus kokoh, oleh sebabnya bila tidak ada pembinaan ormas akan mati suri.

“Jembatan harus kokoh ketika dilewati oleh truck dimana masalah-masalah pasti ada namun harus kuat,” imbuh Nasir Djamil.

Disamping itu juga Kesbangpol harus kuat mengayomi ormas, bila tidak ada jembatan Ormas lewat masyarakat maka pemerintah akan lemah.

Dalam sejarahnya ormas didirikan oleh kalangan menengah untuk menentang ketidakadilan, dimana sekarang ini ketidakadilan maka diikat oleh regulasi.

Ormas ini mirip-mirip seperti partai politik juga pada dasarnya untuk menentang ketikadilan, untuk itu dibutuhkan UU ormas. Setiap actionnya ormas itu memiliki kekuatan yakni suara, walau demikian sekarang ini terlalu lantang akan dijerat lewat UU ITE.

Sejauh hari ini, Nasir Djamil, menjelaskan Pemerintah juga mengeluarkan senjata pamungkasnya lewat perpu pembubaran ormas. Bila tidak suka ormas bisa ajukan lewat pengadilan.

“Perpu itu merupakan senjata pemungkasnya Pemerintah, jadi jangan sering kali dikeluarkan karena tidak baik dalam pengelolaan negara ini,” imbuhnya.

Lewat Duek Pakat ini seyogianya bangikitlah ormas di Kota Langsa untuk kemajuan daerah, sebagai kota Madani. Peran ormas hadir untuk menyeimbangkan antara politik dan pemerintah. Duek Pakat ini akan bisa dilanjutkan menyamakan visi misi memajukan Kota Langsa menuju Kota Madani.

Ormas harus jalin kerjasama pada media-media saat ini maupun sosial media. Kebijakan publik harus bisa dikritik, itu penting karena setiap orang memiliki hak yang sama dimata hukum.

“UU ITE lebih kepada penjeratan kejahatan seperti judi online serta merongrong kedaulatan negara, jangan hanya mengurusi pencemaran nama baik saja,” ujar Nasir Djamil politisi senior parlemen dan kader Partai PKS yang sangat di perhitungkan itu.

Sementara itu Kepala Kesbangpol Kota Langsa, H Agussalim, SH., MH., menyatakan dengan Duek Pakat yang diinisisasi ini berharap besar apa yang dibutuhkan oleh ormas, OKP, hanya bisa menjadi catatan untuk memajukan Ormas ataupun OKP.

“Mari majukan Ormas Kota Langsa bersatu menuju kebaikan agar Kota Langsa lebih baik serta maju,” papar Agussalim.

Wakil Ketua I DPRK Langsa, Saifullah, yang juga Ketua BAPERA Kota Langsa, Saifullah, berharap tidak ada lagi Ormas dan OKP mati suri.

“Kita ini merupakan mitra pemerintah daerah, hari ini Pemerintah Aceh ada mengalokasikan anggaran untuk ormas, namun Kota Langsa bisa menuju kearah yang sama minimal bisa menghidupkan kantor atau sekretariatnya.

“Jangan ada asumsi setiap ada kegiatan proposal bertebaran, sebagai Ormas jangan mengkritik Pemerintah secara individual namun kebijakannya,” saran Saifullah.

Dalam sesi selanjutnya Ketua DPC GRANAT Kota Langsa, Islamsyah MTA, ST., lebih menekankan peredaran narkoba yang sudah sangat mengurita oleh karenanya butuh singkronisasi dan sinergitas dalam pelaksanaan P4GN ( Pencegahan, Pemberantasan penyalahgunaan dan Peredaran gelap Narkoba ) di semua lingkunagan, termasuk instansi Vertikal, Pemerintah daerah, BUMN, BUMD, ORMAS, OKP, LSM, Komunitas dan bahkan rumah tangga serta individual sekalipun. Mari kita ” WAR ON DRUGS” Perang Melawan Narkoba, tutupnya Islamsyah alias Jhon patykawa.

Sedangkan Wakil Ketua KNPI Kota Langsa, Rizki Maulana, keberadaan ormas adalah sosial kontrol oleh karenanya butuh pembinaan untuk menjalankan roda organisasi.

“Jangan pemerintah alergi dikritisi oleh ormas sementara keberadaannya tidak diperhatikan oleh pemerintah,” tegas Rizki.

Ketua HIPMI PT Kota Langsa, Syahrul, menyatakan sejauh ini eksentensi keberadaan Ormas maupun OKP di Kota Langsa tidak adanya diikutsertakan oleh Pemerintah dalam mengambil kebijakan yang bersifat sentralistik dan keberadaan ormas hanya dianggap lembaga mengkritisi kebijakan.

“Kami minta pemerintah daerah kedepan harus memiliki maensed Ormas atau OKP adalah mitra bukan sebagai lembaga pengkritik pemerintah,” pungkas Syahrul.
( JP ).

Tinggalkan Balasan