Musibah Kehilangan Keluarga Yang Meninggal Dan Swab secara Ulang Di Puskesmas Margo Mulyo Bojonegoro Jawa Timur

Keterangan Gambar Puskesmas Margo Mulyo Bojonegoro Jawa Timur

 

etabloidfbi.com Ngawi Jawa Timur. —

 

Malang betul nasib yang dialami oleh keluarga besar Suparno, disaat sedang tertimpa kemalangan dengan kepulangan istri tercinta Almarhumah Tumini yang selama ini memiliki riwayat penyakit Gula, tiba-tiba tepat hari raya Idul Fitri yang jatuh pada hari kamis 13-05-2021 menghembuskan nafas terakhir.

Disaat seluruh Umat muslim bersukacita dihari Kemenangan Idul Fitri dan saling bermaaf maafan keluarga besar Bapak Suparno harus berduka, Yach seorang Istri, Orang tua, atau nenek yang mereka cintai berpulang kerahmatullah dan lebih menyedihkan lagi Almarhumah meninggal dan dimakamkan secara Prosedur Covid-19.

Apa hendak dikata semua diikuti dan diterima oleh Suami, anak, dan Cucu dari Mendiang Tumini demi untuk menghargai ketentuan hukum yang sudah diterafkan.

Dan secara otomatis mereka keluarga terdekat yang memang sehari-hari ada dan berinteraktif dengan Almarhumah dua hari setelah meninggalnya orang yang mereka cintai harus menjalankan tes Swab demi untuk memastikan bahwa mereka tidak terpapar Virus yamg amat sangat ditakuti oleh seluruh Manusia di belahan bumi ini.

Setelah semua melakukan test Swab tepatnya hari Sabtu tanggal 15-05-2021 alhamdulillah hasilnya dikatakan Negatif dan mereka semua bersyukur bahwa hasilnya negatif

” Alhamdulillah kami sekeluarga bersyukur karena hasil test Swab negatif semoga kami semua dijauhkan dari penyakit yang memang ditakuti oleh semua orang,” Ujar Irfan Yoga Pratama selaku Cucu dan juga aktif sebagai seorang Wartawan dari Media etabloidfbi.com atau Tabloid Forum Bhayangkara Indonesia

Surat Keterangan Bukti Negatif Covid-19 Irfan Yoga Pratama

Selang beberapa hari kemudian pihak Puskesmas meminta untuk Swab kembali atau melakukan PCR

“sekali lagi kami menghargai aturan yang sudah diterafkan akan tetapi memacu kepada hasil Swab pada tanggal 15 mei bahwa kami negatif secara otomatis kamipun punya hak yang terbaik buat kami sekeluarga dan kami memilih untuk sementara ini melakukan karantina mandiri demi untuk menghargai petugas rumah sakit dan juga lingkungan sekitar,” Tambah Irfan.

Sebagai Orang tua sekaligus Pimpinan Redaksi etabloidfbi.com Yahya Heriansyah juga merasa terpukul begitu mendengar anaknya yang sudah dinyatakan Negatif tiba-tiba harus melakukan tes ulang.

“Dimana letak Profesionalnya pihak dari dokter yang meminta agar tes swab kembali apakah Tes awal itu main-main..?
ini masalah psikologis dan juga kejiwaan seseorang jangan sampai hal-hal seperti ini dalam penanganan Covid-19 disepelekan, jangan sampai masyarakat yang awalnya sehat dan hanya mengalami penyakit ringan akibat karena defresi malah menimbulkan satu masalah baru,” Ujar Yahya Heriansyah selaku Pimpinan redaksi etabloidfbi.com

“semoga semua berjalan lancar dan keluarga saya semua diberikan Nikmat sehat Walafiat dan bisa kembali beraktifitas secara normal” Sambung Yahya Heriansyah yang juga aktif di lembaga Gerakan Nasional Penegak Hak Asasi Manusia atau GN-GAK HAM sebagai Wasekjen.

(Team)

Tinggalkan Balasan