Miris.! Oknum Guru Di Duga Lakukan Pungli Di Sekolah SD N 3 Tanah Tinggi Kota Tangerang

Keterangan Foto : Gambar Adalah Ilustrasi

etabloidfbi.com Kota Tangerang.–

Sungguh miris, disaat pandemi Covid-19 sedang melanda hingga memporak porandakan ekonomi rakyat Indonesia, justru orang tua siswa (wali murid) harus menjadi objek praktek pungutan liar (Pungli) di sebuah sekolah dasar negri 3 tanah tinggi kota Tangerang. Bahkan sudah berjalan lama, dan lebih parahnya disaat musim pandemi Covid-19 melanda, kutipan terus dilakukan yang di duga dilakukan oknum guru pengajar dan guru bidang.

Di duga praktek pungli tersebut di lakukan oleh oknum guru, dan dari penjelasan oknum guru tersebut lewat whatsap group, kalau kegiatan itu dapat persetujuan dari guru bidang nya.
Dikutip dari pesan whatsap group sekolah SDN 3 tanah tinggi tersebut, demikian: Bunda…besok kan bunda ambil FC an latihan soal” persiapan untuk, ujian tengah semester (UTS), sekalian aja aku umum in ya,
Karna Senin depan nya kita akan mulai, Pertemuan tengah semester( PTS), dan tempat nya dirumah J,(inisial-red) dan saya juga akan izin ke sekolah dan guru bidang, jadi besok sekalian saja ya bawa uang untuk kegiatan PTS, karna kan kita menyewa tempat dirumah J, dan izin ke guru bidang, karna UTS nya saya mau tatap muka, kalau dikerjakan sendiri” pasti ga sama semua hasil nya 🙏🏻🙏🏻🙏🏻

Lanjut di terangkan, “Jadi besok sekalian ambil FC, sekalian bawa “uang” untuk tempat UTS ya
Uang FC an soal” latihan UTS 12.000 dan uang untuk nyewa tempat UTS dan izin guru bidang 15.000/3 hari, jadi anak” besok dibawakan uang sebesar Rp. 27.000/siswa ya Bun,
Di koordinator oleh bunda S(inisial-red)…Terima kasih
Dan nanti ketika UTS bahasa Inggris, InsyaAllah didampingi oleh Mr. M,(inisial-red) . Terimakasih.🙏🏻🙏🏻
Demikian di tuliskan oleh oknum tersebut.

Hal itu dibenarkan oleh wali murid, yang meminta jati dirinya tidak di sebutkan, saat di konfirmasi oleh awak media di kediaman nya. “Benar pak, kalau itu sudah dilakukan oleh pihak panitia sekolah kepada kami lewat bendaharanya, bahkan walaupun kondisi covid-19, itu kutipan terus dilakukan,” terang wali murid.(08/03/2021)

Dari penyampaian wali murid di kelas A dan B aja, ada sekitar 64 murid, dan jika di hitung kali beberapa kelas, tidak tanggung tanggung kalau dana yang di pungut dari wali murid bisa mencapai ratusan juta rupiah. Nilai yang sangat fantastis tentunya, dan tidak bisa di pungkiri hingga perbuatan “pungli” tersebut, patut diduga ikut melibatkan pihak pengelolah sekolah, seperti oknum guru bidang, seperti yang di sebut sebut oleh panitia di whatsap group itu.(Mardono)

Tinggalkan Balasan