Melecehkan Profesi Jurnalis Seorang Pengguna Media Sosial Facebook Akan Dilaporkan

Keterangan Fhoto: Profile dan Screen Short Ujaran Yang Melecehkan Profesi Jurnalis

 

etabloidfbi.com Bengkulu Selatan.–

 

Hati-hati jika ingin bermain Media Sosial salah-salah bisa berujung dengan Laporan kepolisian dan berakhir di jeruji besi jika kita dalam Bermedia Sosial menyinggung atau menyakiti Lembaga organisasi, profesi, maupun perorangan, alih-alih ingin bercanda dengan mengucapkan kata yang tidak pantas dengan penyebut “Jurnalis Pengemis Berdasi” salah seorang warga pengguna Sosial Media merasakan dampaknya.

 

Peristiwa ini terjadi pada Minggu, 31 Juli 2022. Akun Facebook yang bernama Senopati Dolken diduga telah menghina profesi wartawan dengan menyebut pengemis berdasi, hal ini memancing kemarahan sebagian Jurnalis dan berusaha untuk mencari tahu siapa dan dimana nama dan keberadaan pemilik Akun Facebook, dan kini mulai diketahui siapa pelakunya.

Pemilik akun Facebook tersebut diduga bernama Reno warga Kecamatan Seginim, Kabupaten Bengkulu Selatan, hasil penelusuran diketahui bahwa dirinya adalah seorang Anggota BPD dan Petugas Sensus,
Usai melakukan penghinaan terhadap profesi wartawan, pemilik akun Facebook Senopati Dolken seakan tidak merasa bersalah, tanpa meminta maaf maupun klarifikasi, setelah komentarnya dibaca oleh warga net.

Sementara itu dari perwakilan Media Online pun bersikap dengan adanya tudingan tendensius oleh pengguna Media Sosial dan ucapannya cukup menyakitkan sehingga perlu bersikap.
Menanggapi hal itu Ketua Sekber Media Online, Yon Maryono kesal dengan perkataan yang diduga anggota BPD tersebut, bahwa perbuatan pemilik Akun Facebook itu sudah melawan hukum dengan menyebut wartawan sebagai pengemis berdasi,

Iya kami sangat kesal dengan perbuatan pemilik akun facebook tersebut, terpaksa besok akan berurusan dengan aparat penegak hukum karena diduga telah menghina profesi wartawan dalam unggahannya di komentar facebook” demikian diucapkan oleh Yon Maryono.

Ditempat terpisah Ketua LSM Kibar Kabupaten Bengkulu Selatan Hotma, juga menyayangkan adanya pernyataan tersebut terlebih yang bersangkutan diketahui selaku BPD yang mestinya gaya berbahasanya santun.

nanti kita pastikan dulu dia anggota BPD dimana, agar kita dapat melakukan investigasi di Desa tersebut biar nanti kelihatan kinerja dia selaku BPD lakukan pengawasan yang benar apa tidak atau jangan-jangan sekedar makan gaji buta dan minta berbagi saja. Yang pasti nanti kelihatan dari Desa tempat dia jadi BPD tersandung masalah atau tidak” tegas Hotma menutup akhir berita.

Editor : Yahya Heriansyah 

Tinggalkan Balasan