Masyarakat Keluhkan Jalan Alternatif yang Salah Pungsi Dan Sering Terjadi Kecelakaan

 

etabloidfbi.com Temanggung.-

Jalan yang menghubungkan dua kabupaten yaitu Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Magelang menjadi jalan Alternatif terbaik dan amat sangat disyukuri oleh masyarakat pemakai jalan.

 

Akan tetapi sebagian masyarakat yang tinggal di sekitar jalan khususnya warga 4 Desa antara lain, Desa Pare, Ngabean Madyocondro, dan Ngadirejo, meteka merasa kurang nyaman dan resah, bagaimana tidak seringnya terjadi kecelakaan dijalan tersebut dan juga banyaknya kendaraan yang ugal-ugalan secara otomatis membahayakan masyarakat sekitar.

 

Jalan yang dibangun agak sempit dan kurang rambu-rambu lalulintas otomatis membawa para pengendara memacu jalannya seenak mereka.

 

Sebagaimana dikemukakan oleh warga sekitar kepada awak media etabloidfbi.com pada hari sabtu 26-pebruari-2022,
“dijalan ini sering sekali terjadi kecelakaan dan memakan korban jiwa, dan seharusnya sudah ada rambu-rambu peringatan supaya para pengendara tidak seenaknya memacu kendaraan, ” ujar Slamet.

 

Ditambahkan oleh Slamet
” disamping Rambu dan kecelakaan disini juga banyak kendaraan besar lewat sedangkan jalan alternatif ini lumayan sempit, belum lagi adanya Angkutan umum yang berhenti seenaknya, dan sebagaimana kita kerahui disini tidak ada bahu jalan pak sehingga oara pejalan kaki memakai ruas jalan untuk lalu lalang, kami mohon segeralah dibenahi agar kami warga sekitar merasa nyaman,” ungkapnya memohon.

 

Sampai berita ini diturunkan awak media belum sempat menggubungi pihak berwenang untyk meminta Statment terkait Keluhkan masyarakat.

(PIJ)

Tinggalkan Balasan