MASIH MENERAPKAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR, RSUD CIBINONG KAKU DALAM MELAYANI PASIEN KURANG MAMPU.

etabloidfbi.com Cibinong, Bogor.-

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor Ridwan Muhibi politisi dari partai Golongan Karya {GOLKAR} menyayangkan kebijakan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibinong yang masih menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang kaku dalam melayani pasien kurang mampu.

Adapun saat dimintai penjelasan, terkait pemberitaan meninggalnya pasien atas nama Dahliah (49) warga Kp.Kupu Rt 02 Rw 06 Kel Pasir Putih Kecamatan Sawangan Kota Depok, yang tutup usia diRumah Sakit Umum Daerah {RSUD} Cibinong, Bogor Rabu kemarin (27/05). 

Kepada Jurnalis etabloidfbi.com Muhibi memberikan penjelasan, bahwa rumah sakit harus lebih mengedepankan nilai sisi kemanusian, apalagi itu rumah sakit daerah (pemerintah).  

Harusnya pihak rumah sakit mengutamakan pelayanan secara preventif, baru dari segi administrasinya, yang terpenting rumah sakit juga harus mengedepankan aspek pelayanan dan nilai kemanusian,” tegas Muhibi.

Saya sangat menyayangkan hal seperti ini yang terjadi. Bahwa warga yang kurang mampu selalu menjadi korban daripada kebijakan yang tidak berpihak pada mereka. saya berharap kejadian ini tidak terulang kembali,” tegasnya melalui pesan WhatsApp, kamis (28/05/2020).

BACA JUGA BERITA TERKAIT :

Kami di dewan juga menyoroti terkait manajemen Rumah Sakit Daerah {RSUD} agar bisa memperbaiki, terutama dari sisi pelayanan. Kadang pun kita melihat sendiri petugas tidak peka terhadap pasien yang datang, ungkapnya

Maka kembali lagi, permasalahan yang ada di rumah sakit tersebut kesigapan dan kecepatan penanganan masalah terkait pasien. Namun kita juga akui terkadang memang pasien tidak memahami apa yang harus dia lakukan dalam mengurus keperluan kesehatannya.” lanjutnya

Hal ini tentunya tidak bisa disalahkan juga, harus dipahami ketidak tahuan pasien tersebut. dan sudah menjadi kewajiban pihak petugas rumah sakit untuk memberikan pemahaman yang lebih lengkap.terangnya

Anggota Dewan yang akrab disapa Kang Bibih ini juga berharap, agar kedepannya Rumah Sakit Umum Daerah {RSUD} harus menjadi rumah sakit harapan seluruh warga yang ada di daerahnya. Jangan sampai rumah sakit yang dibiayai oleh rakyat tapi malah tidak berpihak kepada rakyat itu.

Maka dari itu, ini harus menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah dan Dinas Kesehatan {DINKES}, bahwa harus sering memberikan masukan-masukan kepada Rumah Sakit Umum Daerah {RSUD} dan Direkturnya selaku operasional.  

Tentunya banyak permasalahan yang ada di rumah sakit dan pasien itu sendiri, seperti terkait kewajiban pasien dan kewajiban rumah sakit. Maka dari itu mari kita sama-sama membantu pemerintah daerah dalam melakukan pembenahan terutama dari segi pelayanan,” Pungkas Bibih. {Boegeiss/sto}

Tinggalkan Balasan