LOGO KABUPATEN TOBA RESMI DIPAKAI, SEJAK PELANTIKAN BUPATI DAN WAKIL BUPATI TOBA YANG BARU

 

etabloidfbi.comel Toba.–

Sebelumnya Penggunaan Lambang Pemerintahan Kabupaten Toba hingga pada bulan Februari 2021 masih menggunakan  Logo Toba Samosir.

Namun pada, Kamis (25/2/2021) Dinas Kominfo Kabupaten Toba resmi merilis LOGO Toba pada group media yang tergabung dalam daftar media kominfo Toba melalui aplikasi WatshApp.

Rekan media saat menghubungi Kepala Bidang Sarana Komunikasi dan Diseminasi Informasi (SKDI) Diskominfo Kabupaten Toba David Syah Bangun Pasaribu, Jumat, (26/2) menyampaikan bahwa perobahan LOGO Toba tidak banyak berubah dari logo pemerintahan Toba Samosir, ujar Kabid SKDI menyampaikan.

Bersamaan dengan Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Toba Ir.Poltak Sitorus dan Tony Simanjuntak yang dilaksanakan di Aula T.Rizal Nurdin Kompleks Rumah Dinas Gubernur Sumatera di Medan Jumat (26/02/2021), Dinas Kominfo Toba mempublikasikan logo Toba.

Dan Pemerintah Kabupaten Toba dibawah kepemimpinan Ir.Poltak Sitorus-Tony Simanjuntak resmi juga nembawa Logo Toba ke depan Kabid SKDI juga menyampaikan bahwa Logo Toba mempunyai nilai tersendiri sesuai dengan gambar,ukuran,bentuk Logo itu sendiri,sebagaimana terjandung didalamnya, diantaranya ;

  • Lambang secara keseluruhan berbentuk lonjong, satu tangkai padi di sebelah kiri dan satu tangkai kapas di sebelah kanan dan pada bagian atas dipertemukan dengan tulisan “HORAS“ dan di bagian bawah dihubungkan dengan pita bertuliskan nama daerah “TOBA”.

  • Bentuk lonjong bagian dalam dibagi dua sama secara horizontal merupakan dasar dari perisai segi lima.

  • Bagian bawah (sisi bawah) perisai segi lima terdapat ULOS yang melengkung bertuliskan TANO TOBA dalam aksara Batak, di tengah perisai segi lima terdapat satu buah Rumah Adat yang dilatarbelakangi oleh lukisan-lukisan, Danau Toba, Bukit Barisan dan Peta Wilayah Kabupaten Toba, di bagian kiri bawah terlihat kawasan hutan, areal pertanian, tungkot (tongkat) balehat raja.

  • Di tengah-tengah sisi bawah segi lima dan di bawah gambar rumah adat terletak gambar pustaha (buku) dan sipun (setangkai pena bulu), dan di bagian kanan bawah terlihat gambar riak/gelombang air, bendungan, air terjun dan piso (pisau) halasan Sisingamangaraja XII.

  • Ukuran lambang ; Tinggi = 40 cm, lebar 32 cm, bidang lonjong dasar padi dan kapas 4 cm, bidang lebar pita dan tulisan TOBA 5 cm, jari-jari (radius) segi lima 12 cm, Rumah Adat ; tinggi 15,5 cm, atap yang paling lebar 12 cm, lebar 8 cm, tinggi tiang 1,5 cm, jari-jari lengkung ulos 10 dan 12 cm, dan untuk ukuran lambang dapat diperbesar atau diperkecil sesuai keperluan.

  • Warna lambang Daerah sebagai berikut: warna dasar lambang bentuk lonjong adalah biru muda, setangkai kapas yang melengkung kelopaknya berwarna hijau kapas berwarna putih, padi berwarna kuning di bagian atas dipertemukan dengan tulisan “HORAS” berwarna hitam, di bagian bawah dipertemukan dengan pita warna putih dan huruf  “TOBA“ berwarna hitam.

  • Bentuk lonjong bagian dalam sebagai dasar perisai segi lima di bagian atas berwarna merah dan bagian bawah berwarna putih, rumah adat berwarna hitam putih dan merah, bukit barisan, hutan, areal pertanian dan peta wilayah Toba berwarna hijau, danau toba berwarna biru muda, pustaha (buku) dan sipun (tangkai pena bulu) berwarna hitam dan putih, riak/gelombang air dan air terjun berwarna biru muda, tungkot (tongkat) balehat raja dan piso (pisau) halasan berwarna merah dan hitam, ulos berwarna putih, merah dan hitam, dan kontur/garis pinggir setiap bentuk secara keseluruhan berwarna hitam.

• Pengertian Warna adalah ;
• Biru muda melambangkan keindahan, kesejukan dan kesetiaan.
• Kuning melambangkan kemakmuran dan kebahagiaan.
• Hijau melambangkan kesuburan dan keramahtamahan.
• Putih melambangkan kesucian dan keikhlasan serta sifat yang terbuka. Merah melambangkan keberanian dan semangat yang tinggi.
• Hitam melambangkan ketegasan, rendah hati serta cepat dan tepat.

  • Lambang berbentuk lonjong dengan satu tangkai kapas di sebelah kanan berjumlah 17 kuntum dan di sebelah kiri satu tangkai padi berjumlah 45 butir melambangkan tanggal dan tahun bersejarah yaitu Proklamasi Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta menggambarkan tujuan untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila.

  • Bulat lonjong merah dan putih bagi dua secara horizontal melambangkan Bendera Republik Indonesia; perisai segi lima melambangkan Pancasila Dasar Negara Republik Indonesia; rumah adat Batak Toba yang dihiasi oleh gorga menggambarkan bahwa masyarakat Toba memiliki cita-cita atau harapan untuk kaya (hamoraon), memiliki keturunan (hagabeon) dan kehormatan (hasangapon) yang dilengkapi dengan ukiran cicak.

  • Ukiran cicak ini memiliki arti bahwa orang Batak Toba dapat hidup dimana saja dan bisa beradaptasi serta dengan ukiran payudara yang menggambarkan sosok ibu orang Batak Toba yang merupakan unsur kehidupan, kasih sayang, kesucian dan kesuburan dan disempurnakan dengan kepala singa pada sisi kiri dan kanan rumah adat Batak Toba yang mencerminkan bahwa orang batak selalu menjunjung tinggi kewibawaan.

  • Rumah adat melambangkan bahwa Kabupaten Toba merupakan suatu rumah tangga atau suatu Daerah Otonom yang mempunyai otonomi atau hak dan kewajiban untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.

  • Rumah tersebut mempunyai bentuk dan ciri sebagai berikut : sejumlah 12 tiang kiri kanan yang menandakan bahwa pembentukan Kabupaten Toba ditetapkan dengan Undang-undang Nomor 12 Tahun 1998, anak tangga berjumlah lima tingkatan, rusuk tiang tiga dipadu dengan satu helai ulos yang melengkung rumbai, sembilan di kiri dan di kanan sisi bawah menandakan bahwa Kabupaten Toba diresmikan pada tanggal 9 Maret 1999 oleh Menteri Dalam Negeri atas nama Presiden Republik Indonesia bertempat di Kantor Gubernur Sumatera Utara di Medan.

  • Ransang (rusuk tiang) terdiri dari tiga jalur melambangkan sistem kekerabatan ‘Dalihan Na Tolu’ sebagai salah satu filosofi dalam budaya adat masyarakat Batak dan secara keseluruhan struktur rumah adat Batak yang perlu untuk senantiasa dijaga, dipelihara, dilestarikan dan dikembangkan sesuai dengan kemajuan ilmu dan teknologi.

  • Rumah adat dalam perisai segi lima dilatarbelakangi oleh lukisan-lukisan: Bukit Barisan, Danau Toba dan Peta Wilayah Kabupaten Toba menggambarkan bahwa wilayah Kabupaten Toba terdapat berbagai potensi alam yang dikembangkan untuk kemakmuran masyarakat; Piso (pisau) halasan menggambarkan bahwa Kabupaten Toba adalah termasuk lokasi Perjuangan dan Tempat Makam Pahlawan Nasional Raja Sisingamangaraja XII; Hutan dan Lahan Hijau menggambarkan areal pertanian yang subur; Tungkot (tongkat) Balehat Raja menggambarkan bahwa masyarakat Toba selalu menginginkan pemimpin yang bijaksana dan berwibawa; Pustaha (buku) dan Sipun (setangkai pena bulu).

  • Semua ini melambangkan harapan untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas melalui pendidikan sebagai wujud dari pada salah satu filosofi masyarakat Batak yakni “ANAKHONKI DO HAMORAON DI AHU.”

  • Riak/gelombang air berjumlah 14 (empat belas) melambangkan bahwa Kabupaten Toba Samosir berubah menjadi Kabupaten Toba ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2020 tentang Perubahan Nama Kabupaten Toba Samosir menjadi Kabupaten Toba di Provinsi Sumatera Utara.

  • Bendungan dan Air terjun adalah potensi alam yang telah diolah dan siap untuk dikembangkan menuju industri yang tepat guna.

  • Ulos yang melengkung bertuliskan TANO TOBA dalam aksara Batak, memiliki rumbai di sebelah kanan berjumlah 9 (sembilan) dan di sebelah kiri berjumlah 9 (sembilan) melambangkan bahwa Kabupaten Toba Samosir diresmikan tahun 1999.

  • Pita tempat tulisan TOBA berwarna kuning melambangkan masyarakat Toba senantiasa optimis untuk mencapai masyarakat adil dan makmur; dan motto (semboyan) Kabupaten Toba dalam bahasa Batak disebut “TAMPAKNA DO RANTOSNA, RIM NI TAHI DO GOGONA,” yang mengandung arti bahwa dengan persatuan dan kesatuan yang dilandasi rasa kebersamaan untuk bekerja sama untuk saling membantu, maka apa yang diharapkan akan selalu dapat dicapai.

Pemakaian LOGO Pemerintahan Kabupaten Toba adalah merupakan peraturan daerah,ujar Kabid SKDI menyampaikan.( FERI )

Tinggalkan Balasan