LAPORKAN DUGAAN KORUPSI BOS DI ENAM SEKOLAH KE INSPEKTORAT KETUA LPAB SOFYAN AS ST MINTA LANJUTKAN KE PROSES HUKUM

 

etabloidfb com-Lampung Tengah.

Ketua LPAB lampung tengah sofyan as st melaporkan ke enam sekolah yang ada di dua kecamatan padang ratu dan kecamatan anak ratu aji kemaren pada senin 26 juli 2021 yang di terima langsung oleh kepala inspektorat lampung tengah kusuma Riadi

Dalam laporannya sofyan menduga lebih dari 50% dari 100% Anggaran Biaya Oprasional sekolah BOS di korupsi oleh masing-masing kepala sekolah dari ke enam sekolah tersebut yakni SMP Negri 1 Padang Ratu, SMP Negri 2 Anak Ratu aji SD Negri 4 Kuripan, SD Negri 5 kuripan kecamatan padang ratu Kemudian SD Negri 1 Bandar Putih tua SD Negri 2 Sukajaya kecamatan Anak ratu aji.

Ya saya melaporkan ke enam sekolah tersebut atas dugaan Penyimpangan dana BOS tahun Ajaran 2020-2021 karna banyak nya laporan dari masyarakat melalui kami tentu kami melaporkan semuanya setelah kita padukan laporan Masyarakat bersama hasil pantauan dan investigasi.

Dari hasil tersebut tim kami benar menemukan penyimpangan sesuai dengan apa yang kita laporkan yautu temuan yang berawal dari laporan masyarakat temuan dimaksud kelebihan pembayaran terhadap pihak ketiga dan pengadaan barang jasa untuk kepentingan sekolah ada juga yang manipulasi LPJ seperti perawatan peralatan gedung kantor, biaya administrasi sekolah, pengadaan buku atau pengembangan perpustakaan, biaya berlangganan daya dan jasa, kegiatan asesmen, kegiatan Extrakurikurer dan perawatan peratan sekolah gedung kantor pengadaan alat multi media terang sofyan 30/07/201.

Kesemua nya kita laporkan atas dua persuapan yang pertama melanggar Undang-undang korupsi kemudian Undang-undang Nomor.14 tahun 2008 tentang keterbukaan publik dikarenakan upaya pembenahan melalui Surat Klarifikasi dan somasi sudah kita upayakan tetapi seolah diabaikan dengan diabaikannya tersebut maka kami laporkan kepada inspektorat dikarnakan tidak ada transparansi publik tentunya penuh dengan dugaan korupsi kata sofyan.

Sofyan menyebutkan dari ke enam sekolah tersebut telah merugikan masyarakat dan negara ratusan juta rupiah contoh nya saja tahun 2020 siswa/i libur ke sekolah seluruh kegiatan melalui daring dan luring, luring tidak dilaksanakan guru pendidik pun tidak pernah ada acara kekabupaten dan kegiatan seperti olah raga, lalu pramukaan juga tidak ada akan tetapi ada di LPJ begitu juga dengan yang lainnya.

Adanya laporan tersebut saya sangat berharap kepada inspektorat untuk dapat bekerja dengan baik, menghindari dari pendatang yang minta-minta kemudian melanjutkan hasil pemeriksaan nya kepada Aparat Penegak hukum dan bupati supaya tindakan hukum atau terproses hukum.

Karna ini sudah jelas enam sekolah tersebut telah merugikan masyarakat dan negara dengan penuh unsur kesengajaan lalu merusak citra pendidikan yang ada di lampung tengah bahkan nanti kita akan tambahkan lebih dari 10 sekolah atas dugaan yang sama dan penyimpangannya yang lebih besar kata sofyan.

( Tim.)

Tinggalkan Balasan