Lagi Trend Di Tahun 2021, Empat Kasus Korupsi Sedang Bergulir Di Pemprov Banten

 

etabloidfbi.com Serang-Banten

Tahun 2021 empat kasus tindak Pidana Korupsi sedang bergulir dan menghantui Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten. Yang dimana saat ini tengah diusut oleh pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten.
Menjadi tamparan keras bagi daerah yang memiliki Motto yakni Iman dan Takwa.

Kasus yang menjadi sorotan antara lain,” Kasus dugaan pemotongan pada dana hibah Pondok Pesantren (Ponpes) dengan menetapkan 5 tersangka. Mereka adalah berinisial Es dari swasta, AS pengurus Ponpes, AG pegawai honorer di Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra), IS mantan Kabiro Kesra Banten dan T sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berdinas di lingkup Pemprov Banten.

Baca juga: https://etabloidfbi.com/jaringan-pemuda-dan-mahasiswa-desak-kpk-ri-periksa-gubernur-banten-kasusnya-berat/

Kasus yang Kedua, dugaan korupsi pada pengadaan lahan gedung Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Malingping, dengan ditetapkan satu tersangka sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial SMD sebagai Kepala Unit Pelaksana Tugas (UPT) Samsat Malingping.

Kasus yang ketiga,” dugaan korupsi pengadaan masker KN-95 dengan menetapkan satu tersangka ASN pada Dinkes Banten serta dua dari swasta. Total keseluruhan abdi negara di Pemprov Banten yang ditetapkan tersangka sebanyak Lima orang.

Baca juga: https://etabloidfbi.com/tiga-tersangka-di-tetapkan-kejati-terkait-pengadaan-masker-di-dinkes-provinsi-banten/

Selanjutnya terkait pengadaan lahan dan pembangunan untuk sarana pendidikan di wilayah Kabupaten Tangerang, terkait SMAN.30 Kabupaten Tangerang tepat nya di Kec.Sukamulya. dimana hingga sampai saat ini masih memanas dan belum ada kepastian titik lokasi dan diduga ada “Makelar Tanah” oknum orang Dindik Provinsi Banten dan oknum Anggota Dewan.

Menjadi trending dan sebuah bahan perbincangan di kalangan masyarakat, sebab memasuki pertengahan tahun 2021, banyak kasus korupsi yang mencuat di lingkup pemerintah provinsi banten.
hal tersebut di sampaikan oleh kalangan masyarakat dan aktivis, sebab akibat dari ulah oknum pejabat, nama harum Tanah Banten terciderai lewat kasus kasus korupsi yang menjerat oknum pejabat pemerintahan nya dan menjadi sebuah image buruk.

Kekecewaan masyarakat menjadi bertambah di karenakan tidak sesuai dengan Motto yang di bawa oleh pemerintah nya, yaitu Kota 1000 Kyai dan 1000 santri yang ber Iman dan Taqwa, untuk itu masyarakat berharap kasus korupsi yang lagi di tangani pihak penegak hukum secepatnya bisa terselesaikan.(05/06/2021)

(SM/Team)

Tinggalkan Balasan