Kordinator Pelatihan kompetensi pemandu Desa Wisata Danau Toba, Ujang Subari : media lain tidak perlu ekspos kegiatan ini karena sudah di ambil alih oleh kementria

etabloidfbi.com – Simalungun.

Kordinator Panitia Pelatihan Pemandu Desa Wisata kawasan Danau Toba Ujang Subari mengatakan tidak membutuhkan media untuk promosi kegiatan pelatihan kepariwisataan kali ini. Pernyataan ini di sampaikan saat awak media melakukan kordinasi tentang kegiatan yang di laksanakan oleh Kementrian Pariwisata dan ekonomi kreatif / Badan Pariwisata dan ekonomi kreatif pada hari Rabu (09/09/2020).

Diketahui pelatihan Pemandu desaΒ  wisata di gelar selama 3 hari di Hotel Patrajasa Parapat (08-10/09/2020) yang di buka langsung oleh Direktur pengembangan SDM kemenparekraf/baparekraf, dan di hadiri juga oleh utusan dari Dinas Pariwisata Propinsi Sumatera Utara, Sekretaris Dinas Pariwisata Kab. Simalungun, Ketua HPI Sumut dan Dosen dari Poltekpar Medan.

Pernyataan Kordinator Panitia Ujang Subari sangat disayangkan oleh awak media karena dalihnya kegiatan pelatihan itu belum disetujui untuk di ekspos oleh media luar selain dari kementrian dengan alasan tidak ada persetujuan pimpinan dan sudah memiliki media dari kementrian untuk kegiatan itu.

Informasi itu berbanding terbalik dengan komitmen Menteri Pariwisata dan ekonomi kreatif, Wishnutama bahwa Kegiatan kepariwisataan harus disokong dengan promosi media agar dikenal dan diketahui oleh masyarakat, sekaligus diharapkan untuk memberdayakan awak media agar lebih proaktif mempromosikan pariwisata.

Anehnya lagi saat awak media meminta roundown kegiatan pelatihan dan nama peserta dari panitia, Ujang berdalih bahwa semua pendataan peserta di serahkan ke Dinas Pariwisata Provinsi Sumut.

“kami serahkan perekrutan peserta kepada Dinas Pariwisata Provsu untuk pelatihan pemandu Desa Wisata dari 7 Kabupaten di Kawasan Danau Toba dan telah hadir peserta sebanyak 46 orang”,ungkap Ujang.

Sepintas saat pelatihan, awak media bertanya kepada Dosen Poltekpar Medan Femmy tentang pelatihan itu, dan dia menyampaikan bahwa pelatihan itu bertujuan untuk menambah SDM peserta Pemandu desa wisata di Danau Toba.

“Dengan pelatihan ini kita berharap agar ada kemajuan SDM peserta di bidang kepemanduan desa wisata”,ujar Femmy. (Feri)

Tinggalkan Balasan