Kisruh Gedung Pusdai Kabupaten Bogor, Oknum Pengurus Kadin : Sekelas RB Bisa Kita Lakukan Kekerasan.

etabloidfbi.com Cibinong, Jawa Barat.–

Pemanfaatan Gedung Asrama Pemuda PUSDAI di Jalan Bersih Tegar Beriman, Kabupaten Bogor, oleh DPC Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) memantik perselisihan dengan oknum pengurus KADIN serta oknum kader Partai Golkar Kabupaten Bogor, pada Jumat 26/03/2021

MEMANAS – Beberapa orang menggeruduk masuk gedung PUSDAI di Kabupaten Bogor, saat pihak DPC PWRI Kabupaten Bogor tengah melakukan persiapan pemanfaatan gedung

“Dalam dokumentasi berupa video yang diterima TBO, terlihat beberapa orang menggeruduk Gedung Pemuda PUSDAI dan terlibat cekcok mulut dengan pengurus DPC PWRI yang lebih dulu berada di dalam gedung, situasi semakin memanaskan, tidak kondusif dan nyaris terjadi baku hajar.”

Rochmad Slamet yang juga Ketua DPC PWRI Kabupaten Bogor Mengatakan awal mula perselisihan ini ketika pihaknya melakukan persiapan untuk penempatan Kantor Pemuda PUSDAI, rencananya akan difungsikan sebagai sekertariat program Penanaman Satu juta pohon DPC PWRI Kabupaten Bogor, ini kantor milik Pemerintah Kabupaten Bogor dan tercatat sebagai aset daerah.

“Untuk penempatan Kantor PUSDAI ini, Organisasi Pers PWRI Kabupaten Bogor melalui tahapan dan prosedur yang berlaku, sedang mengurus izin dari Bupati Bogor, namun memang masih dalam tahap penyelesaian administrasi untuk legal standing,” ucap Rochmat.

Nah, disaat PWRI melakukan pembenahan terhadap gedung tersebut, pada Senin (22/03) tiba-tiba datang segilintir oknum yang mengaku pengurus KADIN dan kader dari Partai Golkar Kabupaten Bogor.

“Mereka tidak terima atas pemanfaatan Gedung Asrama PUSDAI yang akan dijadikan Kantor DPC PWRI Kabupaten Bogor,” kata Rochmat.

Ketika terjadi perselisihan, Rochmad yang juga berprofesi sebagai advocat sudah menunjukan itikad baik atas kehadiran para oknum dan berupaya menjaga situasi tetap kondusif dan menyarankan untuk duduk bersama serta dialog dengan cara yang baik.

Dalam video yang beredar luas, tampak seseorang bernama Yunus yang mengklaim sebagai pengurus KADIN versi Farda, menyampaikan keberatan dengan penempatan Gedung PUSDAI oleh PWRI, alasan Yunus pihak KADIN lebih dulu merawat gedung ini dan akan diproyeksikan sebagai perkantoran KADIN versi Farda. Alhasil, kala itu para pihak sepakat untuk sementara mengosongkan gedung, sambil menunggu ketetapan hukum (legal standing) dari Pemerintah Kabupaten Bogor.

“Hal ini, rupanya masalah tidak berhenti, saat menunggu keabsahan pemanfaatan gedung ini, Ketua PWRI Kabupaten Bogor Rochmad Slamet menerima teror dan provokasi melalui WhatsApp pada Rabu (24/03) dari seseorang yang mengaku pengurus KADIN bernama Steven Ibrahim. “Mau pake ormas silahkan tinggal kuat-kuatan aja. Prinsipnya cuma satu kesepakatan dilanggar kita juga bisa premanisme. Mau main media kita juga bisa. Media sekelas Radar Bogor pun bisa kita lakukan kekerasan. Apalagi media kayak kalian. Ini gw steven ibrahim pengurus kadin,” berikut bunyi kalimat yang ditujukan kepada Rochmad Slamet melalui pesan WA.

Menyikapi pesan bernada ancaman kepada Rochmad, pimpinan perusahaan media PT Kupas Merdeka, Moses mengungkapkan kekecewaannya, menurutnya permasalahan ini sudah dikoordinasikan dengan seluruh pimpinan media yang tergabung dalam PWRI, dan akan meneruskan ke ranah hukum.

“Walaupun di mata Steven Ibrahim media sekelas Radar Bogor itu kecil, namun jangan disamakan dengan media-media yang lain. Ada 170 perusahaan media yang tergabung dalam DPC PWRI Kabupaten Bogor dan seluruhnya sudah mendapat pengesahan pendirian perusahaan dari Menkum HAM. Permasalahan ini sudah dikoordinasikan ke seluruh pimpinan media dan akan di bawa ke ranah hukum,” tegas Moses. (TIm PWRI)

Tinggalkan Balasan