Ketua KGS Aliansi Indonesia, Badan Penelitian Aset Negara DPD PROVINSI Aceh Meminta Kepada Pemkot Langsa Untuk Menindak Lanjuti Surat Tembusan Dari BPOM.

Kota Langsa, 11/9 TFBI.–

M. Anwar selaku Ketua DPD KGS (Komando Garuda Sakti) ALIANSI INDONESIA
Badan Penelitiaan Aset Negara Provinsi Aceh, menyampaikan kepada pihak media Langsa (11/09/2019),
“pihaknya telah menemukan informasi dan diduga adanya pelanggaran oleh sebuah perusahaan yang bergerak dibidang produksi air minum dalam kemasan (AMDK) yang keberadaannya di Kota Langsa, dengan merek dagang “AMIQU”.” Ungkapnya.


Pihak KGS Aliansi Indonesia Badan Penelitian Aset Negara Provinsi Aceh Bapak M. Anwar juga mengatakan, “memproduksi air minum kemasan tidak memenuhi standart sesuai indikator
kesehatan dapat dikenakan pidana kurungan, karena jelas-jelas melanggar undang-undang, aturan yang dilangggar adalah undang-undang nomor 23 tahun 1992 tentang kesehatan pada bab.III pasal 80 ayat 4 junto pasal 21 ayat 3 menyatakan : bagi produsen air minum yang menyalahi aturan kesehatan dapat dikenakan penjara maksimal 15 tahun dan denda maksimal 300 juta. Selain itu pemilik usaha ini juga dinyatakan telah melanggar undang-undang perlindungan konsumen no. 8 tahun 1999 pasal 8 yang menyatakan pelaku usaha dilarang memproduksi dan atau memperdagangkan barang dan atau jasa yang tidak memenuhi atau tidak sesuai dengan standart yang dipersyaratkan dari peraturan perundang-undangan yang berlaku. Temuan Surat yang dikeluarkan BPOM tanggal 31 juli 2019, Nomor :B-IN.07.06.91.913.07.19.1592
tentang perihal : Peringatan Keras, yang ditujukan kepada pimpinan CV. “AMIQU ”
yang tembusan nya :

  1. Direktur Inspeksi dan Sertifikasi Pangan Badan POM RI dijakarta;
  2. Walikota Langsa diLangsa; 3. Kepala Dinas Kesehatan Kota Langsa;
  3. Kepala Dinas Perindustrian Dan Perdangan Kota Langsa,” katanya.
    Meminta kepada Pemko Langsa, dan FORKOPIMDA Kota Langsa untuk menginvestigasi dan menindaklanjuti surat BPOM tersebut, agar tidak ada kekhawatiran masyarakat dalam mengkonsumsi air tersebut,”katanya.
    Pihak media juga telah mengkonfirmasi ke Dinas Kesehatan Kota Langsa mengenai surat dari BPOM tersebut melalui via wa dan jawaban sekretaris dinas Kesehatan Kota Langsa,(“Belum adannya keterangan terbaru dari balai BPOM”), jawabnya.

(Andi)

Tinggalkan Balasan