Kebebasan PERS Yang Mulai Terkoyak Dalam Mengungkap Fakta Dan Informasi Aktual

etabloidfbi.com Jakarta. —

Hari-hari ini tidak mudah menjalankan praktik jurnalisme dengan baik. Pandemi Covid-19 membuat pertemuan tatap muka jurnalis dengan narasumber harus dilakukan ekstra hati-hati. Kebijakan pembatasan sosial juga membuat pergerakan reporter di lapangan tak leluasa.⁠

Di tengah semua keterbatasan itu, tekanan terhadap jurnalis meningkat terus. Sampai Juli tahun ini saja, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) sudah mencatat sedikitnya 13 kasus kekerasan terhadap wartawan. Artinya, rata-rata terjadi dua insiden setiap bulan. Itu baru puncak gunung es, karena bisa jadi ada banyak kasus yang tidak dilaporkan kepada organisasi profesi jurnalis.⁠

Tak hanya dihalangi saat meliput peristiwa, wartawan kerap diintimidasi setelah beritanya terbit. Perisakan online dan pengungkapan data pribadi juga menimpa dua pemeriksa fakta Tempo pada akhir Juli lalu. Gangguan ini terjadi setelah mereka menulis artikel Cek Fakta yang mengungkap ketidakakuratan klaim viral soal pandemi di media sosial.⁠

Pendeknya, pekerjaan melaporkan realitas secara jernih, jujur, dan apa adanya belakangan memang kian penuh tantangan. Terlebih untuk media seperti Tempo, yang selalu berusaha menuliskan kisah di balik berita dan mengungkap apa yang tak tampak di permukaan. ⁠

Sumber Berita : Koran Tempo

Yahya Heriansyah 

 

Tinggalkan Balasan