Perkara Kartu KISS BPJS Yang Diduga Sebagai Sarana Kampanye Di Kerinci Jambi Semakin Hangat

Kerinci, – TFBI

Dua Dinas (Dinas kesehatan dan Sosial) saling bantah dan merasa sudah benar dalam melaksanakan tugas

Permasalahan Kartu Indonesia Sehat (KIS) di Kerinci Jambi yang Diduga dimanfaatkan oleh caleg sebagai sarana untuk mencari massa pendukungnya kian meresahkan masyarakat karena mereka merasa terganjal untuk menentukan dukungan pada kandidat pilihan mereka

Betapa tidak karena pada saat pengambilan kartu KIS itu mereka di paksa untuk menanda tangani surat pernyataan yang isinya mengintervensi mereka dengan menyatakan bersumpah akan memilih caleg tersebut pada Pemilihan yang akan datang periode 2019-2024

Selain itu bagi mereka yang mempunyai anak yang belum cukup umur ataupun tidak termasuk di dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT ) mereka harus mencari ganti pemilih lain anaknya yang kartu itu ada di tangan caleg tersebut
Terkait hal itu, Media TFBI telah melakukan konfirmasi langsung ke Dua dinas yang berkaitan dengan hal ini, yaitu Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial

Saat di komfirmasi kedua kalinya JUANDA SASMITA (Kadis Dinas Sosial Kabupaten Kerinci menyatakan β€œuntuk pembagian kartu Kis Dari APBD satu dan APBD 2 kami belum pernah menerima dan membagikan baik dari BPJS ataupun dari dinas kesehatan,kalau untuk prosedur pembagian kartu yang dari APBN yang di serahkan dengan Dinas Sosial kami bagikan melalui anggota kami dengan melakukan dor to dor kemasyarakat, kalau untuk kartu yang lainnya kami tidak tahu tandas Kadis Sosial ke media ini”.

Dan media inipun melanjutkan komfirmasi lanjutan ke Kabid Dinas Kesehatan YULDI CANDRA Dan ia pun memberikan penjelasan ke media ini
β€œTerkait dengan penerbitan kartu BPJS,mekanismenya tetap dari keterangan tidak mampu dari kepala Desa diketahui oleh camat dan di rekondisi oleh Dinas Sosial
Terkait dengan pendistribusiannya, kami berikan dengan yang berhak memang ada yang melalui kepala Desa dan melalui staf kami disini yang penting prinsip kami kartu tersebut sampai kepada orang yang berhak, kami tidak tahu menahu dan tidak peduli kalau ada caleg yang membagikan,dan terhadap petugas kami yang bersalah kami telah melakukan pemanggilan, teguran dan pemberian sangsi oleh pak Kadis,” ungkapnya. (Domi)

Tinggalkan Balasan